Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 23 Nov 2016 14:38 WIB

1.000 Anak Sapi Hasil Inseminasi Buatan Dipanen di Bali

Prins David Saut - detikFinance
Foto: Prince David Saut Foto: Prince David Saut
Badung - Kementerian Pertanian (Kementan) memanen anak sapi hasil inseminasi buatan di Kabupaten Badung, Bali. Total anak sapi mencapai 1.000 ekor di Kabupaten Badung.

Acara panen anak sapi ini merupakan bagian dari program pemerintah yakni Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab). Panen ini disaksikan para petinggi Pemkab Badung dan peternak Bali.

"Bedanya dengan kabupaten lain, yang dipanen saat ini adalah sapi Bali. Salah satu jenis sapi yang plasma nutfah atau Sumber Daya Genetik (SDG)-nya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dan sudah menjadi ikon sapi nasional," kata Staf Ahli Bidang Investasi Pertanian Kementan, Syukur Iwantoro, di Sentra Peternakan Kabupaten Badung, Mengwi, Bali, Rabu (23/11/2016).
Inseminasi buatan untuk sapi BaliFoto: Prince David Saut
Inseminasi buatan untuk sapi Bali

Populasi sapi Bali saat ini sebanyak 553.582 ekor. Diharapkan dengan inseminasi buatan, populasi sapi Bali bisa meningkat tajam guna memenuhi target Presiden Joko Widodo untuk swasembada sapi pada tahun 2026.

"Berharap sapi Bali yang sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, nantinya mampu mengatasi kebutuhan daging sapi nasional," ujar Syukur.

Dijelaskan, keunggulan sapi Bali tidak hanya pada genetiknya tapi juga kemampuan beradaptasinya yang cepat, mudah dikembangbiakan dan kualitas daging yang baik. Sehingga, Syukur dan rombongan Kementan menyempatkan diri menyaksikan inseminasi buatan di lokasi.

"Optimalisasi inseminasi buatan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas sapi di Indonesia," ucap Syukur.

Kementan menargetkan 3 juta ternak bunting pada tahun 2017, dengan harapan 2,1 juta anak sapi lahir sehat. Upsus Siwab ini juga dilakukan di seluruh Indonesia dengan fokus perkawinan melalui inseminasi buatan.
Inseminasi buatan untuk sapi BaliFoto: Prince David Saut
Inseminasi buatan untuk sapi Bali

"Untuk mendorong Upsus Siwab, Kementan menganggarkan Rp 1,1 triliun dibantu Pemprov dan Pemkab pada tahun 2017," imbuh Syukur.

Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan sarana dan peralatan inseminasi buatan, operasional, pakan berkualitas, pelatihan dan pengawasan lapangan. Syukur juga berhitung jika 2,1 juta ekor anak sapi sehat hasil inseminasi buatan berusia satu bulan dihargai Rp 4 juta per ekor, maka para peternak bisa menikmati Rp 8,4 triliun.

"Harapannya jika 3 juta ekor sapi bunting melahirkan 2,1 juta anak sapi sehat. Ini hitungan di seluruh Indonesia, 3 juta ekor itu dimana-mana tapi ada kontribusi provinsi 85 persen," pungkas Syukur. (vid/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com