Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Nov 2016 16:59 WIB

Waskita Karya Gandeng PT Len Industri Garap Fasilitas Operasi LRT Palembang

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dan PT Len lndustri (Persero) menjalin kerjasama untuk perencanaan dan fasilitas operasi proyek Kereta Api Ringan atau LRT (Light Rapid Transit) Palembang, yang ditargetkan rampung akhir 2017 mendatang.

Kerjasama dengan PT Len Industri adalah satu-satunya BUMN yang memiliki teknologi persinyalan di Indonesia. Ada banyak keuntungan yang ditawarkan lewat kerjasama ini diantaranya proses pemantauan dan perawatan sistem pengendalian LRT yang lebih mudah dilaksanakan.

"Kan kita lokal. Jadi mobilisasi lebih cepat. Kemudian kita lebih paham culture. Misalnya kita mau bangun ini itu, perizinan kita sudah paham. Dan kita satu-satunya yang mengerjakan fasilitas operasi. Jadi nanti kalau nanti mau maintenance lebih cepat," ujar Direktur Utama PT Len Industri, Zakky Gamal Yasin di Gedung Waskita Karya, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Selain itu, dengan berbagai pengalaman yang telah dimiliki oleh PT Len menjadi optimisme dari penandatanganan kerjasama ini. Di tahun ini PT Len juga sedang menggarap APMS (Automatic People Mover System) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta menggunakan Sistem Sinyal Modern Tanpa Awak atau juga dikenal Sistem CBTC Driverless (Communication Based Train Control) dengan panjang Iintasan 2,98 Km.

"Tim Len sendiri sudah siap mengerjakan projek ini. Dari sisi teknologi dan keselamatan kerja sudah direncanakan dengan baik. Ini mudah-mudahan jadi projek percontohan sinergi dari BUMN," jelas dia.

Adapun nilai kontrak dari kerjasama ini mencapai Rp 2 triliun.

"Nilai kontrak kita Rp 2 triliun plus PPn," ungkapnya.

Cakupan pekerjaan yang akan dilaksanakan Len diantaranya sistem persinyalan (Signaling), Telecommunication, Substation, Power Rail, OCC and SCADA, Track, Platform Screen Door, System Engineering, Automatic Fare Collection (Ticketing System) serta Signal on Depot.

Seperti diketahui, Waskita Karya adalah kontraktor yang ditunjuk langsung oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No.116 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan (LRT) di Sumatera Selatan.

Lingkup pekerjaan Waskita di proyek ini adalah membangun jalur termasuk konstruksi jalan layang, stasiun dan fasilitas operasional. Sebagai perwujudan Sinergi BUMN, Waskita kemudian menggandeng Len untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan dan fasilitas operasi sehingga dilakukanlah penandatanganan kerjasama hari ini.

Proyek LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer dikerjakan oleh Waskita mulai bulan Oktober 2015 sampai dengan bulan Juni 2018 atau menjelang berlangsungnya Asian Games. Nilai total kontrak proyek tersebut adalah Rp 12,59 Triliun. Sampai dengan tanggal 18 November 2016 progres yang telah dicapai adalah sebesar 25%.

Dalam pelaksanaannya Waskita mendapat bantuan dari pemerintah daerah berupa kemudahan perijinan, keringanan biaya perizinan, serta fasilitas perpajakan dan kepabeanan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Berdasarkan Perpres No.116/2015, jaringan LRT terdiri atas lintas pelayanan Bandar Udara internasional Sultan Mahmud Badaruddin ll Masjld Agung Palembang-Jakabaring Sport City. Panjang trase 23 kilometer dilengkapi dengan 13 stasiun dan 9 sub stasiun, serta melewati jembatan Sungai Musi dengan bentang sungai 435 meter. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed