Follow detikFinance
Rabu 30 Nov 2016, 10:36 WIB

Kementan Pakai Anggaran Rp 50 Triliun, Ini Hasilnya

Muhammad Idris - detikFinance
Kementan Pakai Anggaran Rp 50 Triliun, Ini Hasilnya Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini cukup besar, yakni Rp 50 triliun, dari anggaran tersebut sebesar Rp 30 triliun dipakai untuk subsidi pupuk.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Hasil Sembiring mengatakan sejumlah terobosan telah dilakukan untuk peningkatan produksi pangan.

"Produksi padi dua tahun terakhir naik 8,4 juta ton setara Rp 38,5 trlliun. Produksi jagung pun naik 4,2 juta ton senilai Rp 15,9 triliun," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/11/2016).

Menurutnya, sebagian besar anggaran pemerintah itu digunakan untuk infrastuktur yang dampaknya dirasakan pada beberapa tahun ke depan, namun sebagian berupa bantuan benih, pupuk dan alsintan yang berdampak langsung produksi dan produktivitas pangan yang dihasilkan petani.

APBN Kementerian Pertanian tahun 2016 menurun Rp 10,6 triliun dibandingkan 2015. Sebelumnya anggaran pada 2015 meningkat Rp 17,2 triliun dibandingkan 2014.

"Berkat tambahan anggaran sejak 2014 hingga 2016 sebesar Rp 23,8 triliun dimanfaatkan secara optimal fokus pada komoditas dan tepat sasaran, maka telah menghasilkan tambahan produksi pada 24 komoditas senilai Rp 165,6 triliun yang dinikmati bagi petani," ujarnya.

Hasil menambahkan pagu anggaran subsidi pupuk adalah relatif konstan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Subsidi pupuk diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pangan dan telah berkontribusi nyata terhadap produksi pada setiap tahunnya.

Terobosan lain, lanjut Hasil, pada 2016 ini Kementan mampu menyelesaikan masalah klasik paceklik tahunan dengan cara menanam padi pada saat shortage dengan hasil tanam padi Juli-Oktober 2016 naik dua kali lipat dibandingkan 2015.

"Selain itu, menyelesaikan masalah shortage jagung dengan menanam jagung di lahan kebun dan hutan seluas 1 juta hektar dengan membangun kemitraan antara perusahaan pakan dengan petani jagung, sehingga pada 2016 impor jagung turun 63% dibandingkan tahun sebelumnya," sebutnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed