Ini Alasan Bea Cukai Sebar Barang Selundupan Gratis ke Masyarakat

Ini Alasan Bea Cukai Sebar Barang Selundupan Gratis ke Masyarakat

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 06 Des 2016 16:55 WIB
Ini Alasan Bea Cukai Sebar Barang Selundupan Gratis ke Masyarakat
Foto: Jefris Santama/detikcom
Jakarta - Jumlah penindakan penyelundupan Ditjen Bea Cukai terus naik sejak 2013. Pada tahun 2013 ada 5.654 penindakan, di 2014 ada 6.640 penindakan, di 2015 ada 10.009 penindakan, dan tahun 2016 hingga bulan November ada 13.151 pencegahan telah dilakukan.

Salah satu tugas Ditjen Bea Cukai adalah mengawasi keluar masuknya barang di Indonesia. Tak jarang penindakan ini mendapat perlawan dari penyelundup.

Bahkan salah satu kantor Ditjen Bea Cukai pernah dibakar massa. Aksi tersebut diduga akibat sejumlah barang selundupan ditahan pihak Bea Cukai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendapatkan perlawanan, dan masyarakat mulai mempertanyakan kepada bea cukai. Karena begitu kita lakukan perlawanan yang ketat, ada ketimpangan bahan-bahan kebutuhan pokok. Kantor kita sampai dibakar karena kita menangkap beras selundupan," ujar Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi dalam rapat dengar pendapat di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Fakta di lapangan ini membuat Ditjen Bea Cukai mengubah kebijakannya dari yang tadinya barang selundupan dilelang untuk masuk ke kas negara menjadi dihibahkan ke masyarakat yang kurang mampu, yang daerahnya kerap mengalami disparitas harga yang tinggi.

"Kami tentunya mempunyai hak untuk melelang, tapi kalau kita lelang atau musnahkan, sementara masyarakat di beberapa daerah terpencil tadi membutuhkan barang pokok tadi, kami sadari ini tidak ideal. Sehingga ke depan, kami akan hibahkan semua yang kira-kira dibutuhkan oleh masyarakat, terutama rakyat kecil," tutur Heru.

Sepanjang tahun 2016, ada 239,2 ton beras yang telah dihibahkan Ditjen Bea Cukai ke sejumlah daerah mulai dari Sabang, Banda Aceh, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, hingga Batam.

Sedangkan untuk gula, ada 84,4 ton, bawang 61,69 ton, ikan impor sebanyak 11 kontainer, hingga daging sapi 21,87 ton.

"Ada juga rencana kami untuk menghibahkan selanjutnya. Ada 15 ton gula di Banda Aceh, beras di Kalimantan barat, laptop di Batam ada sebanyak 70 yang masih baru. Mudah-mudahan ini bisa untuk SD, SMP yang membutuhkan, kita berikan saja. Tentunya kalau di tempat lain ada yang membutuhkan juga kami siap untuk mendistribusikan," tandas Heru.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads