"Hanya Tuhan yang Tahu Berapa Harga Minyak ke Depan"

"Hanya Tuhan yang Tahu Berapa Harga Minyak ke Depan"

- detikFinance
Kamis, 07 Apr 2005 13:16 WIB
Jakarta - Meski mematok US$ 35 per barel dalam APBN-P 2005, namun ternyata pemerintah memprediksikan harga minyak dunia akan bercokol diatas level US$ 50 per barel dalam beberapa bulan ini. "Tetapi berapa pastinya, hanya Tuhan yang tahu," kelakar Ditjen Migas DESDM Iin Arifin Takhyan yang ditemui usai acara Asia Pacific Petroleum Summit and Exibition di JCC, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/4/2005).Iin menjelaskan, tingginya harga minyak itu terutama terkait tingginya laju pertumbuhan ekonomi Cina dan juga sejumlah masalah di Timur Tengah.Selain itu, masalah lain yang mendorong tingginya harga minyak adalah jumlah kilang minyak di dunia yang tidak mengalami penambahan, meski OPEC telah memperbesar kuota produksinya. Harga minyak mentah dunia dalam beberapa bulan terakhir memang terus bergejolak, meski OPEC terus berupaya menambah kuota produksi negara anggotanya dalam rangka meningkatkan pasokan. Namun demikian harga minyak nampaknya tidak bergeming di level US$ 50-an per barel. Sejumlah kalangan menuding, spekulan sebagai penyebabnya. Sementara dalam perdagangannya kemarin, harga minyak mulai surut karena pelaku pasar menunggu keluarnya data cadangan minyak dari Departemen Energi AS. Untuk minyak jenis light sweet, pengantaran Mei, turun 28 sen ke level US$ 55,76 per barel. Sementara di London, harga minyak jenis Brent pengantaran Mei turun 25 sen menjadi US$ 55.19 per barel. Harga minyak mentah sendiri sempat mencapai level tertingginya pada Senin (4/4/2005) lalu yakni menembus level US$ 58,28 per barel di New York dan US$ 57,65 per barel di London, menyusul kekhawatiran dunia akan jumlah suplai. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads