Strategi Sri Mulyani Ambil Utang Tahun Depan

Strategi Sri Mulyani Ambil Utang Tahun Depan

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 09 Des 2016 11:33 WIB
Strategi Sri Mulyani Ambil Utang Tahun Depan
Foto: Maikel Jefriando
Nusa Dua - Utang masih menjadi kebutuhan pemerintah untuk menutupi besarnya belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Total penerbitan surat berharga negara (SBN) gross untuk tahun depan adalah Rp 596,8 triliun.

Ini sudah termasuk di dalamnya jenis valutas asing (valas). Pemerintah sudah mengawali dengan penerbitan surat utang global berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Jumlahnya US$ 3,5 miliar, atau sekitar Rp 46 triliun.

Sementara untuk sisa denominasi valas akan direalisasikan pada semester I-2017, kecuali yen atau samurai bond.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Valas semuanya akan diterbitkan pada semester I, kecuali yen," kata Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Robert Pakpahan di Hotel Hilton, Bali, Jumat (9/12/2016).

Hal ini mempertimbangkan kondisi perekonomian global, khususnya pasar keuangan. Di mana ada risiko gejolak karena rencana kenaikan suku bunga acuan AS oleh Federal Reserve (The Fed) yang diproyeksi 50 bps. Di samping itu juga adalah perkembangan Uni Eropa dan Jepang serta China.

"Pertimbangannya adalah kenaikan suku bunga acuan yang akan terjadi tahun depan, sehingga lebih cepat lebih baik," ungkap Robert.

Meski demikian, pemerintah akan tetap berhati-hati dalam menerbitkan surat utang dan tidak seagresif pada periode 2016. Ini menyangkut kebutuhan pembiayaan, waktu dan tempat yang tepat.

Indonesia cukup diuntungkan karena instrumen surat utang yang diterbitkan sudah dikenal oleh investor. Sehingga optimis surat utang yang akan diterbitkan laris manis seperti sebelumnya.

"Euro dan Jepang masih akan lebih bagus, jadi kami optimis di dua market itu," kata Scenaider Siahaan, Direktur Strategi Portofolio Utang pada kesempatan yang sama (mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads