Kentang varietas atlantik impor sebagian besar diperuntukan bagi kebutuhan bahan baku industri seperti keripik kentang, serta french fries atau kentang goreng untuk restoran cepat saji.
"Yang dihentikan semua kentang yang bisa diproduksi di dalam negeri, granola kan nggak impor. Nah Atlantik ini secara bertahap kita akan hentikan juga," ujar Enggar ditemui di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Kamis (15/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara bertahap, sudah ada roadmap-nya di industri, dari tadinya 100% sekarang sudah 50% impornya. Itu dengan kerjasama dengan petani di Pengalengan dan daerah lainnya," jelas Enggar.
"Diusahakan agar dapat tambahan lahan 52.000 hektar lagi, agar bisa memenuhi semua kebutuhan kentang industri makanan, sehingga tidak perlu impor lagi," katanya lagi.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Spudnik Sudjono, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat tidak akan lagi mengeluarkan rekomendasi izin impor kentang atlantik.
"Saya tetap ambil keputusan untuk tidak mengeluarkan lagi izin impor kentang segar untuk varietas atlantik," jelas Spudnik.
Selain mendorong industri lebih banyak menyerap kentang atlantik petani lokal, penghentian impor juga dilakukan agar tidak ada lagi penyalahgunaan mengimpor kentang granola yang selama ini dilarang masuk, dengan izin impor kentang atlantik.
"Impor kentang segar untuk varietas atlantik, takutnya disalahgunakan dicampur dengan granola dan sebagainya. Itu celah, jadi saya berpikir dan putuskan untuk tidak lagi kasih rekomendasi kentang segar untuk menutup impor," tutupnya. (dna/dna)










































