Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan ada beberapa ruas jalan tol yang bisa beroperasi pada 2017 mendatang, salah satunya adalah tol Solo-Ngawi.
"Mudah-mudahan Jalan Tol Trans Jawa yakni ruas Bawen-Salatiga, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono juga bisa beroperasi," kata Basuki dalam keterangannya, Senin (19/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk porsi pemerintah berdasarkan data per 9 Desember konstruksinya sudah mencapai 90,02% dan pembebasan lahannya 98,98%.
Sisanya yang dikerjakan oleh PT SNJ terdiri dari 2 paket, yaitu paket 1 (Karanganyar-Mantingan) sepanjang 35,15 km konstruksinya telah mencapai 65,95% dengan status pembebasan lahan 91,40%, dan tahap 2 (Mantingan-Ngawi) sepanjang 34,2 km konstruksinya telah mencapai 39,17% dengan status pembebasan lahan 91,70%.
"Kami targetkan operasi penuh Oktober 2017, namun kami targetkan di bulan Juni seluruh konstruksi bisa selesai sehingga pada saat lebaran 2017 sudah bisa dimanfaatkan terbatas dari Karanganyar ke Ngawi tanpa membayar," tutur Direktur Utama PT SNJ, David Wijayatno.
Penyelesaian konstruksi tersebut bisa dilaksanakan apabila pembebasan lahan sisanya dapat diselesaikan selambatnya Februari 2017.
David mengatakan, saat ini untuk ruas tol Solo-Ngawi masih menyisakan 56 hektar lahan yang belum dibebaskan. Seluas 16 hektar di antaranya berada di lokasi yang dibangun oleh pemerintah, sedangkan sisanya seluas 40 hektar berada pada ruas yang dikerjakan PT SNJ.
Dikatakan David, dari Karanganyar hingga Ngawi terdapat 58 overpass yang keseluruhannya membutuhkan penambahan lahan. (wdl/wdl)










































