Investasi Sampoerna Diharap Bantu RI Capai Swasembada Gula
Sabtu, 09 Apr 2005 14:16 WIB
Jakarta - Menteri Pertanian Anton Apriyantono berharap, investasi keluarga Sampoerna di industri gula bisa membantu Indonesia mencapai target swasembada gula pada tahun 2008. Bahkan jika benar-benar terealisasi, Indonesia diharap bisa mengekspor gula.Harapan Anton Apriyantono itu disampaikan disela-sela talk show tentang membangun kembali sektor agribisnis di Propinsi NAD di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (9/4/2005). Keluarga Sampoerna pasca melepas kepemilikan sahamnya di PT HM Sampoerna tbk dan memperoleh sekitar Rp 18 triliun, sudah membidik sektor agribisnis. Rencananya, keluarga Sampoerna akan menanamkan investasinya di bidang gula dan kelapa sawit. Anton mengungkapkan, keinginan keluarga Sampoerna untuk berinvestasi di sektor gula ini disebabkan karena industri ini sangat prospektif, dimana saat ini di dalam negeri masih mengalami kekurangan pasokan gula. Mengenai wilayah Merauke yang dibidik untuk dijadikan investasi gula tersebut, Anton mengungkapkan, hal itu didasarkan setelah mempertimbangkan beberapa aspek baik dari sisi permintaan maupun juga aspek lain seperti aspek keamanan. "Dari sisi permintaan, kita ingin mengembangkan industri gula di wilayah Timur. Kalau dari sisi keamanan, karena ini wilayah perbatasan dengan Papua Nugini maka kalau ada industri bisa mengurangi separatisme," kata Anton.Seperti diketahui, berdasarkan rapat Dewan Gula Nasional pada 2 Desember 2004 lalu, pemerintah menargetkan Indonesia bisa mencapai swasembada gula pada tahun 2008 mendatang. Sementara untuk mencukupi gula konsumsi langsung tahun 2005 diperlukan impor sebesar 500.000 ton berdasarkan pertimbanan kebutuhan dan rencanan pengadaan tahun 2005.Untuk mengantisipasi adanya penyelundupan gula yang sulit dimonitor seperti terjadi pada awal tahun 2004, maka impor gula putih tersebut dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap pertama direkomendasikan sebesar 60 persen dari total kebutuhan impor atau sebesar 300.000 ton. Dan tahap selanjutnya perlu dievaluasi guna menetapkan kelanjutan rencana impor tersebut.
(qom/)











































