Sri Mulyani: Aset Orang Indonesia Banyak Ditaruh di Bawah Bantal

Sri Mulyani: Aset Orang Indonesia Banyak Ditaruh di Bawah Bantal

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 23 Des 2016 13:59 WIB
Sri Mulyani: Aset Orang Indonesia Banyak Ditaruh di Bawah Bantal
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Kesadaran untuk berinvestasi di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Masyarakat sebagian besar menghabiskan pendapatannya untuk sektor konsumsi dibandingkan untuk sektor yang produktif seperti investasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, di negara maju masyarakatnya lebih sadar akan investasi. Sehingga mereka bisa bekerja sedikit lebih santai.

"Di negara maju itu orangnya bisa santai menikmati tapi uang dan asetnya bekerja keras dipakai untuk investasi," jelas Sri Mulyani di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (23/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan di Indonesia, masyarakatnya cenderung konsumtif dan belum banyak sadar akan pentingnya investasi. Padahal banyak instrumen investasi yang tersebar di berbagai sektor di Indonesia.

"Kalau di Indonesia orangnya kerja keras asetnya tidur ditaruh di bawah bantal," kata Sri Mulyani.

"Mindset-nya beda, kita lebih banyak 85% tujuannya kumpulkan uang belanja," tambah Sri Mulyani.

Padahal, jika masyarakat Indonesia melek investasi, aset yang mereka miliki baik berupa uang, tanah, dan bangunan bisa membuat diri mereka lebih sejahtera. Mereka tidak lagi bekerja ekstra keras jika mampu mengelola aset yang dimiliki menjadi lebih produktif.

"Bayangkan kalau itu terjadi, maka rakyat Indonesia bisa menikmati kemakmuran itu," tutup Sri Mulyani. (drk/drk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads