Demikian disampaikan Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan dalam risetnya seperti dikutip detikFinance, Kamis (29/12/2016).
Penguatan dolar AS terhadap major currencies masih disokong oleh data survei consumer confidence yang menyentuh level tertinggi sejak 15 tahun terakhir. Emas mengalami kenaikan secara 4 hari berturut-turut ke level 1145.73 (36 bps).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Onshore Yuan turun ke level 6.9560/US$, terendah sejak Mei 2008. Trading volume turun sebanyak 15% vs US$ 32b pada Selasa, di bawah rata-rata bulan Desember sebanyak US$ 34b. Bursa saham Inggris (FTSE 100) naik ke 7106.08 yang merupakan level tertinggi dengan kenaikan sebesar 16% sejak voting Brexit.
Sementara di dalam negeri, mata uang rupiah dibuka melemah sebanyak 21 bps ke level Rp 13.463 terhadap US$. Adapun faktor pelemahan terkait tingginya DXY.
Index Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 106.5 poin sejak penutupan kemarin. Rupiah masih diperkirakan berada di level Rp 13.418- Rp 13.490. Yield Obligasi Pemerintah Indonesia Benchmark 10 Y mengalami penurunan dengan yield sebesar 0.0013. (drk/drk)











































