Pelaku Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Pelaku Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 29 Des 2016 10:35 WIB
Pelaku Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Wallstreet mengalami koreksi ke angka 19.833,68 atau ditutup melemah -0,56%. Hari ini, para pelaku pasar menunggu data neraca perdagangan serta klaim ketenagakerjaan AS yang menurut konsensus akan lebih rendah dibandingkan pekan lalu di angka 264.000 klaim.

Demikian disampaikan Analis Global Market Bank Mega, James Evan Tumbuan dalam risetnya seperti dikutip detikFinance, Kamis (29/12/2016).

Penguatan dolar AS terhadap major currencies masih disokong oleh data survei consumer confidence yang menyentuh level tertinggi sejak 15 tahun terakhir. Emas mengalami kenaikan secara 4 hari berturut-turut ke level 1145.73 (36 bps).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di regional, Aussie diperdagangkan naik di 0.7184 di mana 0.7214 menjadi level resisten terdekat. Secara tren dilihat dari chart 4 jam Aussie slighlty bullish terkait dengan tingginya harga emas.

Onshore Yuan turun ke level 6.9560/US$, terendah sejak Mei 2008. Trading volume turun sebanyak 15% vs US$ 32b pada Selasa, di bawah rata-rata bulan Desember sebanyak US$ 34b. Bursa saham Inggris (FTSE 100) naik ke 7106.08 yang merupakan level tertinggi dengan kenaikan sebesar 16% sejak voting Brexit.

Sementara di dalam negeri, mata uang rupiah dibuka melemah sebanyak 21 bps ke level Rp 13.463 terhadap US$. Adapun faktor pelemahan terkait tingginya DXY.

Index Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 106.5 poin sejak penutupan kemarin. Rupiah masih diperkirakan berada di level Rp 13.418- Rp 13.490. Yield Obligasi Pemerintah Indonesia Benchmark 10 Y mengalami penurunan dengan yield sebesar 0.0013. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads