Australia Siap Tanamkan Investasi US$ 2,5 Miliar

Australia Siap Tanamkan Investasi US$ 2,5 Miliar

- detikFinance
Senin, 11 Apr 2005 12:11 WIB
Jakarta - Australia akan menanamkan investasi sebesar US$ 2,5 miliar ke Indonesia. Australia akan menanamkan modalnya di sektor pertambangan, bahan peledak, daily product dan pertanian.Demikian hasil kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Australia pekan lalu yang disampaikan oleh Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dalam jumpa pers disela-sela acara Workshop on Development of Nonbank Financial Institution in Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (11/4/2005)."Dari pembicaraan one on one dengan presiden, Australia akan menanamkan modalnya sebesar US$ 2,5 miliar," kata Aburizal.Perusahaan pertambangan Australia yakni BHP akan menanamkan modal sebesar US$ 1,7 miliar untuk pertambangan batubara di Kalimantan Tengah. Kemudian perusahaan lain akan menanamkan US$ 120 juta di bahan peledak dan sisanya diagriculture yaitu industri daily product. Kemudian dengan negara Cina, lanjutnya, rencananya akan dilakukan penandatangan MoU antara pemerintah Cina dan Indonesia. Cina akan membiayai proyek-proyek infrastrukturkhususnya mengenai produksi yang berbasiskan sumberdaya alam (natural resources product).Menurut Aburizal, investor luar negeri sangat tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia meskipun pasar dunia saat ini mengalami kelesuhan akibat tingginya harga minyak dan inflasi di Amerika.Proyek InfrastrukturMenyangkut proyek-proyek infrastruktur, Aburizal mengatakan sudah ada 12 proyek yang ditenderkan. Dimana 6 proyek diantaranya tinggal menunggu keputusan. Sementara itu 15 proyek lainnya akan melalui proses tender baru yang rencananya akan dilakukan sampai Juni 2005."Proyek-proyek itu diantaranya untuk proyek jalan tol, listrik, air minum dan sebagainya. Investor asing sangat besar sekali minatnya untuk menanamkan modalnya," kata Aburizal.Investor dari Cina dam Jepang tertarik untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di jalan tol. Investor Singapura tertarik membiayai proyek pelabuhan udara dan pelabuhan laut. Investor Belanda menurut Aburizal tertarik untuk membiayai proyek infastruktur air minum.Kepercayaan invstor asing terhadap Indonesia juga ditandai dengan masuknya US$ 5 miliar dana investasi Philip Morris. "US$ 5 miliar itu artinya kepercayaan yang luar biasa, yang US$ 2 miliar dibayarkan ke ke Sampoerna dan sisanya akan dibayarkan ke publik seandainya mereka mau menjual sahamnya," tegas Aburizal. (san/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads