Dana tersebut akan dipakai PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk berbagai macam perawatan berkala dan perbaikan jalur kereta (rel), persinyalan, terowongan, jembatan, stasiun kereta, hingga pengaturan dan pengendalian perjalanan kereta api. Tahun 2015 alokasi IMO sebesar Rp 1,65 triliun, dan terealisasi Rp 1,14 triliun.
"IMO kemarin Rp 1,6 triliun dan terealisasi Rp 1,1 triliun, sekarang harapannya Rp 1,6 triliun juga diselesaikan. Kita berharap tidak ada pemotongan," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Prasetyo Boeditjahjono di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat malam (30/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IMO ini kan dipakai untuk memelihara barangnya milik negara, karena sarana prasarana kereta api milik negara. Maka ini bentuk komitmen pemerintah untuk merawat barang yang diakui milik negara," jelas Prasetyo. (idr/ang)











































