Di Pasar Kebayoran Lama, harga cabai rawit merah menyentuh angka Rp 120.000/kg. Dengan harga setinggi itu, pembeli mengaku merasa beban mereka jadi semakin berat.
"Bingung saya, harga cabai naik melulu, saya pusing. Berasa banget naiknya, sudah kayak harga daging saja, padahal hanya cabai," ungkap salah seorang pembeli di Pasar Kebayoran Lama, M Nuh, saat ditemui detikFinance, Jakarta, Kamis (5/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa ya ini berubah terus harganya (cabai). Saya mah inginnya normal, apalagi kita rakyat kecil begini. Sekarang cuma bisa dihemat-hemat saja," ungkap Sofia.
Sementara itu, sebelumnya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, menyarankan kepada masyarakat untuk dapat menanam pohon cabai sendiri di rumah.
Menanggapi hal itu, salah seorang pembeli cabai yang juga ada di Pasar Kebayoran Lama, Mukmin mengatakan. Jika tidak semua masyarakat bisa menanam cabai sendiri.
"Kan nggak semua orang punya lahan, walaupun memang kecil (pohon cabai), tapi misalnya yang ngontrak kayak saya bagaimana?" Kata dia.
Ia hanya bisa berharap, jika harga cabai dapat cepat menurun dan kembali normal. Sebab, kata dia cabai merupakan salah satu kebutuhan penting dalam memasak.
"Kalau masak-masak kan cabai itu biasanya sangat dibutuhkan. Apalagi buat yang suka pedas. Jadi memang kalau bisa ya cepat turun harganya," tutupnya. (ang/ang)










































