"Tahu Pak kenapa banyak begal, ada (gembong teroris) Santoso, karena ada kesenjangan sosial. Kalau perut petani lapar, 20 juta orang tinggalkan pertanian seluruh Indonesia selama 10 tahun, itu ada yang jadi begal, jadi ISIS, itu jadi Santoso. Bener?" ucap Amran saat kunjungan kerjanya di Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/1/2017).
Menurut Amran, teroris dan segala ancaman keamanan lainnya bisa diminimalkan jika urusan perut masyarakat pedesaan bisa teratasi lewat sektor pertanian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diungkapkan Amran, kunjungannya ke Konawe Selatan sendiri dalam rangka meresmikan penetapan wilayah pemekaran tersebut sebagai sentra pembibitan sapi Bali.
Menurut Amran, untuk wilayah Konawe Selatan, tahun 2017 ditargetkan 11.865 akseptor atau sapi indukan dengan tingkat kebuntingan minimal 8.305 ekor.
Untuk program ini, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran senilai Rp 6,21 miliar di tahun 2016, dengan distribusi untuk Kabupaten Konawe Selatan telah didistribusikan bantuan 91 ekor sapi pada 7 kelompok peternak. (idr/mkj)











































