Sebab, gejolak harga pangan biasa terjadi saat musim hujan.
"Ini sebenarnya tidak masuk akal kalau menurut pengalaman biasanya pemerintah sudah siap-siap, dan pada bulan-bulan begini akan terjadi shortage," kata Sutarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu ada kegagalan sering sengaja dibesar-besarkan kemudian dimanfaatkan oleh pelaku bisnis nakal, termasuk pangan lain. Jadi sengaja dibuat isu, dibesar-besarkan, begitu besar ada yang bermain," jelasnya.
Sektor pertanian diakuinya banyak 'middle man' atau oknum yang memanfaatkan suatu momen, seperti halnya harga cabai.
"Di pertanian yang namanya middleman itu banyak, terlebih di situasi tertentu di lapangan pungli juga banyak, itu sebabkan akhirnya biasa juga tinggi," tandasnya.
(hns/hns)











































