Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, ada 3 provinsi yang menyumbangkan angka ekspor terbesar sepanjang tahun 2016, antara lain Jawa Barat sebesar 17,81% atau US$ 25,73 miliar, Jawa Timur sebesar 12,71% atau US$ 18,36 miliar, dan Kalimantan Timur 9,66% atau US$ 13,95 miliar.
"Ekspor menurut provinsi barang agak mengkhawatirkan karena tergantung 3 provinsi ini, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur," jelas Suhariyanto dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi bahwa tiga provinsi ini menunjukan perlu ada upaya lebih keras dari provinsi-provinsi lainnya. Sehingga secara total berkontribusi terhadap total ekspor," kata Suhariyanto.
Ekspor Indonesia berdasarkan sektornya tercatat ekspor non migas menyumbangkan lebih dar 90,94% total ekspor sepanjang 2016. Dari sektor industri memberikan andil sebesar 76%, migas 9,06%, tambang 12,56%, dan pertanian 2,38%.
Selanjutnya, pangsa ekspor non migas Indonesia terbesar meliputi Amerika Serikat (AS) 11,94% sebesar US$ 15,68 miliar, China 11,49% sebesar US$ 15,10 miliar, dan Jepang 10,06% sebesar US$ 13,21 miliar. Sedangkan berdasarkan regional, Asia Tenggara sebesar 21,88% atau US$ 28,74 miliar dan Uni Eropa 10,97% atau US$ 14,41 miliar. (mca/mca)










































