"2017 target tetap kita usahakan meningkat, pendapatan sekitar Rp 5 triliun, dan laba bersih sekitar Rp 300 miliar," kata Elfien di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (21/1/2017).
Dia menyebutkan, capaian kinerja keuangan di 2016 karena adanya penugasan dari pemerintah, berupa pengoperasian 46 trayek kapal perintis dan pengoperasian tol laut, 1 trayek kapal ternak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program utama kita harus tetap melaksanakan penugasan pemerintah soal tol laut, kita ada 6 trayek, 46 trayek untuk kapal perintis, 1 trayek untuk kapal ternak, dan juga kita punya 26 kapal penumpang, itu yang kita pakai untuk 2017," kata dia.
Selanjutnya, Pelni juga akan mengoptimalkan kapal barang dibandingkan dengan kapal penumpang dengan adanya program tol laut. Sampai saat ini, komposisi pendapatan dari barang masih sebesar 30% dan 70% sisanya dari penumpang.
Tidak hanya itu, pihak Pelni juga akan mengoptimalkan bisnis wisata bahari dengan menghadirkan kapal pesiar atau cruise.
"Naik kapal Pelni harus ada nilai tambahnya, itu sebagai bisnis, di kepulauan seribu kapal express akan kita sisipkan seminggu sekali atau sebulan sekali ada paket-paket wisata, karena di sana kan isinya wisata, kalau untuk kapal penumpang saja kita buat ada nilai tambah lah," tambahnya.
Meski sudah menyiapkan beberapa program, Elfien mengaku masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, salah satunya dalam pengoperasian kapal ke daerah-daerah terpencil dan terluar.
Menurut Dia, masih banyak daerah terluar seperti Natuna belum memiliki pelabuhan yang cukup bisa menampung kapal-kapal Pelni.
"Contoh yang jelas di Natuna, di sana itu kota yang ramai Rinai 70 km dari pelabuhan yang kita singgahi, itu jalan juga belum besar, kontainer pakai truk belum bisa, jadi kapal kita juga bawa peralatan sendiri," jelasnya. (hns/hns)











































