Demikianlah hasil survei dari PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) bertajuk "Understanding Consumer Behaviour during Lunar New Year in Indonesia" (Memahami Perilaku Konsumen Saat Tahun Baru Imlek di Indonesia) yang diterima detikFinance, Jumat (27/1/2017).
Menurut hasil survei itu, 40% dari responden yang mewakili masyarakat yang merayakan Imlek berencana untuk berbelanja lebih banyak untuk keluarga. Sementara 40% lainnya mengatakan mereka berencana untuk berwisata baik ke dalam maupun luar negeri untuk mengunjungi keluarga atau kerabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lynn Ramli, Head of Personal Financial Services UOB Indonesia mengatakan bahwa kecenderungan masyarakat Indonesia untuk berwisata dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.
"Bertambahnya masyarakat khususnya kelas menengah–atas Indonesia telah memberikan manfaat positif bagi perekonomian negara ini, dan berwisata telah menjadi bagian dari gaya hidup yang signifikan bagi mereka. Sebagai bank yang memahami kebutuhan nasabah, UOB Indonesia meluncurkan berbagai program promosi wisata melalui kartu kredit UOB akhir tahun lalu untuk menyediakan kenyamanan bagi para nasabah," kata Lynn.
"Meski berwisata telah menjadi gaya hidup, kami sangat senang bahwa hasil survei ini juga memperlihatkan masih banyak masyarakat Indonesia yang merayakan Imlek dengan melakukan tradisi menghadiri reuni keluarga. Hal ini memperlihatkan tetap kuatnya ikatan kekeluargaan di tengah-tengah perubahan prioritas gaya hidup," jelasnya
Tradisi untuk memberikan angpao juga berlanjut sebagai bagian yang signifikan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Pemberian angpao menghabiskan hampir 20% dari total biaya perayaan Imlek tahun ini. Orang tua dan mertua merupakan penerima angpao terbanyak dengan jumlah rata-rata masing-masing sebesar Rp 752.256 dan Rp 646.470.
Sebanyak 72% dari responden mengatakan bahwa mereka akan menabungkan uang yang mereka terima dari angpao. Indonesia juga tercatat sebagai negara yang paling dermawan dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Dua puluh tujuh persen dari responden Indonesia mengatakan bahwa mereka akan mendonasikan uang angpao mereka.
"Masyarakat Indonesia memiliki nilai yang tinggi atas sikap dermawan. Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, kebahagiaan terletak saat mereka dapat memberi dan berbagi. Nilai-nilai tersebut dapat lebih dirasakan dalam suasana hari raya seperti Tahun Baru Imlek, di mana mereka berbagi bukan hanya dengan keluarga dan kerabat, namun juga dengan mereka yang membutuhkan," ungkapnya. (mkj/hns)











































