Hingga saat ini, Adhi Karya masih menalangi pembiayaan proyek tersebut. BUMN konstruksi ini telah menggelontorkan dana sekitar Rp 2 triliun untuk proyek tersebut.
Corporate Secretary Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, mengatakan Karya telah membangun lebih dari 500 tiang penyangga, yang berada di sepanjang jalur LRT Jabodebek yang saat ini tengah dikerjakan, yakni jalur Cibubur - Cawang dan Cawang - Bekasi Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Agung Pambudhy |
Syahgolang mengatakan, proyek yang telah memakan biaya sebanyak Rp 2 triliun tersebut dikerjakan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 65 tahun 2016 tentang percepatan penyelenggaraan LRT. Pembangunan proyek LRT Jabodebek bakal memakan dana Rp 23 triliun.
Baca juga: https://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3416415/awal-mula-adhi-karya-dapat-proyek-lrt-jabodebek
"Pembangunan LRT itu diperkirakan membutuhkan dana Rp 23 triliun. Dana yang telah digunakan untuk pembangunan LRT hingga saat ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun yang berasal dari penggunaan dana PMN (Penyertaan Modal Negara) dan pinjaman perbankan," kata dia.
Saat ini, Adhi Karya masih mengerjakan pengerjaan tahap I yang terdiri dari tiga lintas pelayanan, yakni meliputi lintas layanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas, dengan panjang 43 kilometer (km).
Baca juga: https://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3415206/apbn-tidak-sanggupi-pembiayaan-lrt-jabodebek
Sementara itu, pemerintah masih mengkaji aturan atau skema pembiayaan yang cocok untuk di gunakan di proyek LRT, sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Sebab Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai tidak bisa membiayai seluruh biaya dari proyek yang sudah berjalan tersebut. (wdl/wdl)












































Foto: Agung Pambudhy