RI Optimistis Segera Ekspor Daging Ayam Segar

RI Optimistis Segera Ekspor Daging Ayam Segar

Muchus Budi R. - detikFinance
Kamis, 09 Feb 2017 16:27 WIB
RI Optimistis Segera Ekspor Daging Ayam Segar
Foto: Muchus Budi Rahayu/detikcom
Boyolali - Setelah terhenti sejak 2003 akibat wabah flu burung, Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis segera dapat melakukan ekspor daging ayam segar maupun beku. Meski demikian Kementan juga sangat mengapresiasi kerja keras pihak swasta nasional yang mampu melakukan terobosan ekspor ke berbagai negara yang selama ini sangat ketat menerapkan standar impor makanan.

"Kita saat ini telah memiliki 60 kompartemen ternak unggas bebas Avian Influenza (AI). Kita akan terus mengembangkan agar virus AI terus terdesak dan hilang. Kami optimistis bahwa ini adalah titik awal kembali era ekspor daging unggas dari Indonesia," ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, I Ketut Diarmita, kepada wartawan di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (9 /2/2017).

Ekspor daging segar dan daging beku unggas Indonesia terpaksa dihentikan sejak 2003 karena wabah flu burung atau AI yang melanda ternak unggas di Indonesia. Hingga saat ini ekspor unggas itu masih belum diperbolehkan karena Indonesia belum dinyatakan bersih sepenuhnya dari wabah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai upaya melenyapkan virus AI, Kementan membangun kompartemen unggas bebas AI di sejumlah daerah, terutama di Jawa karena memang wabah AI paling banyak terjadi di Jawa. Adapun tempat yang telah dibangun kompartemen itu adalah Banten, Jabar, Jateng, Jatim, lampung, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Akan terus kita kembangkan. AI ini kan penyakit yang timbul dari persoalan kebersihan. Makin bersih akan makin terdesak karena berasal dari virus. Peternak juga harus peduli. Kepedulian pada kondisi hewan harus terus ditingkatkan," lanjutnya.

Meski demikian Kementan, kata Ketut, juga sangat mengapresiasi kerja keras pihak swasta nasional yang mampu melakukan terobosan ekspor ke berbagai negara yang selama ini sangat ketat menerapkan standar impor makanan. Terobosan itu adalah dengan melakukan ekspor produk dengan bahan baku daging ayam olahan.

Pemerintah Jepang telah menyetujui 4 (empat) unit usaha pengolahan daging ayam dari Indonesia untuk mengekspor daging ayam olahan ke negara teersebut. Saat ini satu lagi perusahan pengolahan daging ayam sedang diaudit oleh tim khusus dari Jepang untuk bisa melakukan ekspor serupa, yaitu PT Cahaya Gunung Food Plant, Boyolali.

"Kita tahu bahwa Jepang adalah negara yang sangat kritis dan ketat dalam menerapkan standar produk pangan impor. Namun kami yakin akan lolos. Kita tahu PT Cahaya Gunung Food Plant di Boyolali telah memenuhi standar ekspor daging ayam olahan, diantaranya bahan baku daging ayam harus berasal dari peternakan ayam yang telah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas AI. Ini kerja keras swasta nasional dalam mencari terobosan ekspor," ujar Ketut.

Head of Manufacturing Operation PT So Good Food (SGF) induk perusahaan dari PT Cahaya Gunung Food Plant, Asrul Ointu, menegaskan optimistis bisa lolos audit dan segera bisa melakukan ekpsor produk dari olahan daging ayam. Adapun produk yang akan dikirim ke Jepang adalah nuget dan karaage.

"Selain rencana ekspor olahan daging ayam, saat ini kami juga sedang mempersiapkan untuk mengekspor susu cair merk Real Good ke Myanmar. Pelaksanan ekspor susu cair ini tinggal menunggu proses administrasi. Begitu selesai, kami siap untuk ekspor," ujar Asrul. (mbr/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads