Direksi Bank Mandiri Belum Akan Diganti
Jumat, 15 Apr 2005 00:09 WIB
Jakarta - Menteri Negara BUMN Sugiharto menegaskan pihaknya belum mempersiapkan penggantian direksi Bank Mandiri menyusul terjadinya kredit macet sejumlah perusahaan senilai Rp 1 triliun di bank tersebut. Hal itu disampaikan Sugiharto kepada wartawan di Kantor Kementerian BUMN Jl Dr Wahidin, Jakarta, Kamis (14/4/2005)."Belum satupun surat yang saya tanda tangani untuk penggantian direksi. Itu saja," ungkap Sugiharto. Sugiharto juga membantah dirinya akan mengganti direksi Bank Mandiri. "Saya tidak pernah menandatangani surat pencalonan apapun. Proses fit and propper test calon direksi belum dilakukan," tegasnya.Saat ditanya mengenai agenda yang akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri 16 Mei 2005 mendatang, Sugiharto menjelaskan, dalam RUPS akan dibahas mengenai kinerja tahunan perusahaan. "Seluruh bank sama dengan BUMN yang lain, biasanya yang dibahas ekstra general meeting. Itu RUPS tahunan," jelasnya.Mengenai kasus kredit macet tersebut, Presiden SBY dalam rapat kabinet siang tadi meminta Kejaksaan Agung untuk mempercepat penyelesaiannya. "Tadi jaksa agung melaporkan kasus-kasus yang melibatkan Bank Mandiri. Presiden meminta kasus-kasus itu dipercepat," ujar Sugiharto.Jadi akan dilakukan pergantian direksi jika ada kesalahan atau penyimpangan? "Harus holistik alasannya. Ini kan belum ada keputusan tetap atau yang pasti secara hukum. Kita harus menetapkan asas praduga tak bersalah, tak boleh memvonis orang karena belum ada ketetapan hukum tetap," tukasnya.Sementara itu mengenai masalah pengembalian dana kredit macet yang nilainya mencapai Rp 1 triliun, Sugiharto menyerahkan hal tersebut kepada aparat penyidikan, dalam hal ini polisi dan jaksa.
(ast/)











































