Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Tengku Erry Nuradi, menyebut Kuala Tanjung berada di lokasi strategis yaitu dekat dengan jalur perdagangan internasional. Lokasinya berada di dekat Selat Malaka sehingga lebih strategis daripada Singapura yang menjadi hub internasional.
"Ini dekat jalur perdagangan jadi targetnya kedatangan pelanggan bakal lebih banyak karena Selat Malaka itu strategis sekali bahkan Kuala Tanjung lebih strategis dengan Malaysia dan Singapura karena dia lebih dulu dapat kalau dari Eropa atau sebelah utara," ujar Tengku Erry, di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat ( 10/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapannya supaya kapalnya singgah tapi nanti tergantung semua fasilitasnya," ujar Tengku Erry.
Saat ini sedang dibangun kawasan industri baru yang akan memfasilitasi banyak industri sebagai pendukung pengiriman ekspor dan impor. Nantinya diharapkan produksi pelaku industri akan bisa langsung dikirim melalui Kuala Tanjung yang menjadi hub internasional.
"Pasti banyak industri-industri, kita juga sedang menyiapkan selain pelabuhan yaitu kawasan industri dengan luas 3.000 hektar yang sudah ada. Sei Mangke tetap ada 2.000 hektar tapi Sei Mangkei itu khusus kelapa sawit dan turunannya. Kala yang baru industri semuaanya jadi terintegrasi," ujarnya.
Pelabuhan Kuala Tanjung akan dikembangkan dalam 4 tahap. Tahap I Pengembangan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung (2015-2017), tahap II Pengembangan Kawasan Industri 3.000 Ha (2016-2018), tahap III Pengembangan Dedicated/Hub Port (2017-2019) dan Tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).
Sementara pada 2017 ini pembangunan tahap I terminal multipurpose akan selesai, saat ini pembangunanya telah mencapai 70%.
Tahap 1, pelabuhan ini akan memiliki fasilitas trestle sepanjang 2,7 km, dermaga sepanjang 500 meter, container yard dengan kapasitas 500.000 TEUs dan kedalaman kolam 14-17 mLWS. (hns/hns)










































