Gubernur Sumut: Dekat Selat Malaka, Kuala Tanjung Lebih Strategis

Gubernur Sumut: Dekat Selat Malaka, Kuala Tanjung Lebih Strategis

Yulida Medistiara - detikFinance
Jumat, 10 Feb 2017 21:30 WIB
Gubernur Sumut: Dekat Selat Malaka, Kuala Tanjung Lebih Strategis
Foto: Yulida Medistiara
Medan - Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I multipurpose ditargetkan akan selesai dibangun 2017. Nantinya jika Kuala Tanjung selesai dibangun maka akan menjadi hub internasional.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Tengku Erry Nuradi, menyebut Kuala Tanjung berada di lokasi strategis yaitu dekat dengan jalur perdagangan internasional. Lokasinya berada di dekat Selat Malaka sehingga lebih strategis daripada Singapura yang menjadi hub internasional.

"Ini dekat jalur perdagangan jadi targetnya kedatangan pelanggan bakal lebih banyak karena Selat Malaka itu strategis sekali bahkan Kuala Tanjung lebih strategis dengan Malaysia dan Singapura karena dia lebih dulu dapat kalau dari Eropa atau sebelah utara," ujar Tengku Erry, di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat ( 10/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tengku Erry mengatakan, beberapa kapal internasional yang membawa kargo dari luar negeri seperti Eropa akan melewati Kuala Tanjung terlebih dulu daripada Singapura dan Malaysia. Bahkan dengan kapasitas yang berpotensi mencapai hingga 20 juta TEUs jika terbangun hingga IV tahap akan menarik perhatian shipping line internasional.

"Harapannya supaya kapalnya singgah tapi nanti tergantung semua fasilitasnya," ujar Tengku Erry.

Saat ini sedang dibangun kawasan industri baru yang akan memfasilitasi banyak industri sebagai pendukung pengiriman ekspor dan impor. Nantinya diharapkan produksi pelaku industri akan bisa langsung dikirim melalui Kuala Tanjung yang menjadi hub internasional.

"Pasti banyak industri-industri, kita juga sedang menyiapkan selain pelabuhan yaitu kawasan industri dengan luas 3.000 hektar yang sudah ada. Sei Mangke tetap ada 2.000 hektar tapi Sei Mangkei itu khusus kelapa sawit dan turunannya. Kala yang baru industri semuaanya jadi terintegrasi," ujarnya.

Pelabuhan Kuala Tanjung akan dikembangkan dalam 4 tahap. Tahap I Pengembangan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung (2015-2017), tahap II Pengembangan Kawasan Industri 3.000 Ha (2016-2018), tahap III Pengembangan Dedicated/Hub Port (2017-2019) dan Tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

Sementara pada 2017 ini pembangunan tahap I terminal multipurpose akan selesai, saat ini pembangunanya telah mencapai 70%.

Tahap 1, pelabuhan ini akan memiliki fasilitas trestle sepanjang 2,7 km, dermaga sepanjang 500 meter, container yard dengan kapasitas 500.000 TEUs dan kedalaman kolam 14-17 mLWS. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads