Follow detikFinance
Senin, 13 Feb 2017 23:05 WIB

Susi Ajak Pengusaha Tingkatkan Perdagangan Seafood ke Ceko

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan Foto: Dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kunjungan kerja ke Republik Ceko pada 8-10 Februari 2017. Dalam kunjungannya, Menteri Susi bertemu dengan importir dan pebisnis perikanan Republik Ceko dan juga dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Ceko, Mr. Jan Mládek. Melihat potensi pemasaran produk-produk laut Indonesia di negara tersebut, Menteri Susi meminta agar pengusaha Indonesia memperkuat ekspor ke negara tersebut.

"Indonesia seharusnya menargetkan negara-negara landlock seperti Republik Ceko untuk pemasaran produk-produk hasil laut kita. Banyak demand dari mereka untuk tuna loin dan crab meat misalnya," ujar Susi, dalam keterangan tertulis, Senin (13/2/2017).

Impor produk perikanan Republik Ceko dari Indonesia saat ini berada di peringkat ke-19, jauh di bawah Vietnam dan Tiongkok. Dari 2011, nilai impor produk perikanan dari Indonesia cenderung menurun meskipun masih surplus.

"Kita ingin tingkatkan direct trade karena selama ini Republik Ceko melakukan impor produk seafood origin of Indonesia tetapi indirect melalui negara lain," kata Susi.

Susi juga mengajak pebisnis Republik Ceko untuk berpartisipasi dalam 'Marine and Fisheries Business Forum' yang rutin dilakukan KKP melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) setiap bulannya.

"Kita lakukan business matchmaking dari demand pasar atau keahlian yang dimiliki pebisnis Ceko dengan apa yang bisa dipasok atau dibutuhkan pebisnis perikanan di Indonesia," terang Susi.

Tidak hanya melakukan perubahan kebijakan di birokrasi, KKP juga berkomitmen untuk mengajak pengusaha Indonesia melakukan promosi produk-produk perikanan dan responsif terhadap permintaan pasar.

"Ada perusahaan seafood Ceko yang ingin impor langsung dari perusahaan Indonesia misalnya, tetapi tidak jadi karena tidak ada balasan dari pihak pengusaha Indonesia," ungkap Susi. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed