Kecenderungan pilkada, mampu mendorong tingkat konsumsi seiring dengan banyaknya dilakukan kampanye yang diikuti orang banyak.
Lalu seberapa besar kontribusi pilkada serentak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2017?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya menambahkan, jumlah kandidat yang mengadakan kampanye akbar juga terbilang sedikit. Saat ini, para tim sukses beralih menarik minat masyarakat dengan melakukan kampanye lewat sosial media.
"Lebih banyak kampanye-kampanye lewat media atau media sosial sehingga beli kaos yang kalau biasanya ramai juga sedikit. Kita lihat banner atau poster tidak terlalu banyak," tutur Sasmito.
Dalam hal ini, BPS juga belum melihat adanya kenaikan tingkat konsumsi yang signifikan dengan adanya pilkada serentak.
"Kemudian dampak konsumsi makanan jadi saya lihat juga belum. Misalnya kalau orang banyak perlu menyediakan nasi bungkus misalnya tetapi juga tidak terlalu banyak," tutup Sasmito. (mkj/mkj)










































