Bisakah PIlkada Serentak Dongkrak Ekonomi RI di Kuartal I?

Bisakah PIlkada Serentak Dongkrak Ekonomi RI di Kuartal I?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 16 Feb 2017 15:47 WIB
Bisakah PIlkada Serentak Dongkrak Ekonomi RI di Kuartal I?
Foto: Infografis oleh Andhika Akbaransyah/detikcom
Jakarta - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dilakukan serentak pada 15 Februari 2017 kemarin. Pilkada serentak dilakukan di 101 daerah di Indonesia mulai dari pemilihan gubernur, bupati, hingga wali kota.

Kecenderungan pilkada, mampu mendorong tingkat konsumsi seiring dengan banyaknya dilakukan kampanye yang diikuti orang banyak.

Lalu seberapa besar kontribusi pilkada serentak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2017?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau pilkada menurut saya sizenya kecil. Walaupun terjadi di 7 provinsi dan 102 kabupaten tetapi kita kan punya 34 provinsi dan 513 kabupaten. Jadi proporsi terhadap Indonesia juga tidak besar," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2017).

Dirinya menambahkan, jumlah kandidat yang mengadakan kampanye akbar juga terbilang sedikit. Saat ini, para tim sukses beralih menarik minat masyarakat dengan melakukan kampanye lewat sosial media.

"Lebih banyak kampanye-kampanye lewat media atau media sosial sehingga beli kaos yang kalau biasanya ramai juga sedikit. Kita lihat banner atau poster tidak terlalu banyak," tutur Sasmito.

Dalam hal ini, BPS juga belum melihat adanya kenaikan tingkat konsumsi yang signifikan dengan adanya pilkada serentak.

"Kemudian dampak konsumsi makanan jadi saya lihat juga belum. Misalnya kalau orang banyak perlu menyediakan nasi bungkus misalnya tetapi juga tidak terlalu banyak," tutup Sasmito. (mkj/mkj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads