Trans Papua Menjadi Sumber Ekonomi Baru

Trans Papua Menjadi Sumber Ekonomi Baru

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 20 Feb 2017 20:18 WIB
Trans Papua Menjadi Sumber Ekonomi Baru
Foto: Hendra Kusuma
Manokwari - Pembangunan jalan Trans Papua yang memiliki panjang 4.330,07 km akan merangsang perekonomian daerah-daerah yang dilalui jalan ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional 17 Papua Barat Ditjen Bina Marga Yohanis Tulak disela-sela peninjauan Jalan Trans Papua, Manokwari, Senin (20/2/2017).

Bagaimana tidak, jalan yang menjadi proyek strategis pemerintah kabinet kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghubungkan Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di ujung Indonesia bagian Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena jalan ini membuat masyarakat yang selama ini terisolasi di pedalaman, jadi mudah dijangkau," kata dia.
Trans Papua Menjadi Sumber Ekonomi BaruFoto: Hendra Kusuma

Potensi perkembangan ekonomi dari Jalan Trans Papua juga bisa dilihat secara langsung di koridor Kabupaten Sorong Selatan, banyak warga yang berjualan hasil perkebunannya di pinggir jalan.

Bahkan, Jalan Trans Papua juga memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat Papua. Sebab, sebelum ada jalan ini masyarakat banyak yang berjalan kaki atau naik kapal menuju pusat kota dalam rangka membeli kebutuhan pokok maupun menjual hasil kebun.

Selain itu, sambung Tulak, potensi alam yang berada di Papua juga bisa diperdayakan lebih besar lagi dalam pembangunan Jalan Trans Papua, khususnya koridor Sorong-Manokwari (Segmen I).

Salah satu yang dimanfaatkan pemerintah adalah material lokal seperti batu karang dari bukit-bukit yang dijadikan bahan baku campuran pembuatan lapisan dasar jalan sebelum di aspal.

"Sorong ini sungainya tidak ada batu dan pasir, kita gunakan material lokal batu kapir untuk pembuatan konstruksi lapis pondasi perkerasan jalan," ungkapnya.
Trans Papua Menjadi Sumber Ekonomi BaruFoto: Hendra Kusuma

Sekadar tahu, jalan Trans Papua khususnya di Provinsi Barat memiliki dua segmen, yang pertama Sorong-Kambuaya-Manokwari sepanjang 594,81 km. Segmen II Manokwari-Wasior-Batas Provinsi Papua dengan panjang 475,81 km.

Hingga akhir 2016, Pengerjaan proyek Jalan Trans Papua di Papua Barat ini untuk segmen I yang panjangnya 594,81 km sudah tersambung dari Sorong-Kambuaya-Manokwari, dengan rincian 459,93 km jalan beraspal, dan 134,88 km masih tanah atau japat.

Sedangkan segmen II, dari Manokwari-Wasior-Batas Provinsi Papua dengan total ruas 475,81 km, sepanjang 147,99 km sudah beraspal, dan 315,96 masih tanah atau japat, dan 11,86 km belum tersambung atau masih hutan. Ditargetkan pada tahun ini akan tersambung. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads