Di Forum Kelautan Dunia, Susi akan Bicara Illegal Fishing

Di Forum Kelautan Dunia, Susi akan Bicara Illegal Fishing

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 23 Feb 2017 22:32 WIB
Di Forum Kelautan Dunia, Susi akan Bicara Illegal Fishing
Foto: Grandyos Zafna
Nusa Dua - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menjadi salah satu pembicara dalam acara World Oceans Summit yang digelar di Nusa Dua, Bali, 23-24 Februari 2017. Susi akan tampil di depan ratusan delegasi pemimpin dari berbagai negara bersama dengan Komisioner Kementerian Maritim, Perikanan dan Lingkungan Uni Eropa, Karmenu Vella dan Perwakilan United Nations Swedia Olof Skoog.

Susi akan hadir pada sesi penutup acara ini dan akan menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia dalam mewujudkan laut yang bersih dari praktik illegal fishing dan sampah plastik.

Seperti diketahui, mayoritas kegiatan perikanan dunia saat ini masih melakukan IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) Fishing. Selain itu, masalah sampah plastik yang ada di wilayah perairan di Indonesia juga turut menjadi ancaman dalam pengelolaan laut yang berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Usulannya adalah accountability. Follow up nya apa untuk tackling illegal fishing. High seas (laut lepas) itu kan sudah overfishing di seluruh dunia. Kan tidak ada yang kontrol. Seolah-olah high seas itu tidak ada yang punya. Jadi semua pikir ya seenaknya sendiri," kata Susi saat ditemui di sela acara World Oceans Summit di Nusa Dua, Bali, Kamis (23/2/2017).

"Untuk sampah plastik juga, apa misalnya (komitmennya)," tambahnya.

Pemerintah sendiri mendorong, adanya pertumbuhan dalam industri perikanan namun juga dengan keberlanjutan dari industri dan sumber daya ikan itu sendiri. Dalam hal ini, Indonesia mengusulkan akuntabilitas dari berbagai negara dalam memberantas illegal fishing. Pasalnya, masih ada beberapa negara yang melakukan penangkapan ikan, bukan di daerah perairan negaranya.

"Ada beberapa negara yang secara bilateral, tidak bisa kita minta responsibility-nya. Contohnya Taiwan, kan kita enggak bisa secara bilateral minta. Lalu pledge (janji) komitmen konservasi setiap negara ini akan lebih ditekankan, benar atau enggak. Dilakukan atau tidak. Konsekuensinya kalau tidak lakukan apa?," ucap Susi.

Menyoroti soal sampah plastik di Indonesia, Susi menjelaskan, bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana akan melakukan sosialisai kepada pemerintah daerah terkait penutupan mulut sungai yang menuju laut dengan jaring.

"Ini baru perencanaan. Kita hitung mulut sungai berapa. Minimal action dulu. Jadi sampah dari darat jangan sampai ke laut. Ditutuop pakai jaring, supaya sampahnya berhenti. Bisa dihitung itu sungai di Pulau Jawa berapa," pungkasnya.

Sebagai informasi, World Oceans Summit merupakan pertemuan dunia yang menghadirkan lebih dari 300 orang dari 58 negara termasuk menteri dari negara-negara kelautan, peneliti, aktivis dan multilateral organisasi untuk dialog konstruktif dan solusi yang berfokus pada bagaimana ekonomi kelautan yang berkelanjutan dilaksanakan. Forum ini akan berusaha untuk mencari solusi bagaimana mengintegrasikan penggunaan laut yang dikelola dengan cara yang berkelanjutan. (hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads