JK Sebut 25% PDB RI dari Laut 10 Tahun ke Depan, Ini Langkah Luhut

JK Sebut 25% PDB RI dari Laut 10 Tahun ke Depan, Ini Langkah Luhut

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 24 Feb 2017 13:50 WIB
Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Nusa Dua - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (Wapres JK) mengatakan sektor maritim bisa berkontribusi 25% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam 10 tahun mendatang. Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Panjaitan, optimistis bisa terwujud.

Menurutnya, langkah pemerintah saat ini mengandalkan pembangunan di laut telah sejalan dengan target tersebut. Namun, perlu langkah efisiensi untuk setiap proyek yang dilakukan, agar investor bisa tertarik.

"Bisa saja tercapai. Sangat bisa kalau negeri ini makin efisien. Sekarang ini kan banyak masalah inefisiensi. Kalau kita bisa tackle inefisiensi, kita bisa semakin cepat," katanya saat ditemui di Nusa Dua Bali, Kamis malam (23/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah akan mengandalkan tiga sektor, yakni pariwisata, perikanan, dan migas. Dari pariwisata, Luhut yakin Indonesia bisa berharap banyak dari sektor ini karena potensi Indonesia yang besar dan fokus pemerintah saat ini untuk pariwisata.

"Kalau turis hampir enggak ada masalah. Hampir semua destinasi wisata yang kita buka itu naik. Sekarang kita ingin manfaatin, tahun depan Asian Games dan World Bank-IMF annual meeting. Itu 15 ribu hadir. Saya kira dampaknya besar. Dengan ini, kita bersihkan destinasi-destinasi wisata kita dari sampah plastik," tutur dia.

Baca juga: JK: 10 Tahun ke Depan, 25% PDB RI Bersumber dari Laut

Sedangkan dari Perikanan, pemerintah akan mengoptimalkan sumber daya laut Indonesia. Menurutnya, potensi perikanan Indonesia masih sangat besar.

"Ikan itu saya kira kita baru ambil less than 10% dari total potensi. Sekarang ini masih belum maksimal karena memang kita baru selesaikan masalah illegal fishing," ucapnya.

"Ada 11 zona ikan kita. Kita harus bisa manage itu supaya tak ada over fishing. Dilihat bagaimana perpindahan ikan, kualitas ikan. Kemudian, tangkap enggak bisa dong pakai jaring net sampai 100-200 km. Nanti ikan kecilnya habis juga," tambahnya.

Sementara dari sektor migas, pemerintah akan memaksimalkan potensi laut dalam Indonesia. Ia mengatakan, pemetaan laut Indonesia akan lebih dioptimalkan, supaya potensi minyak atau energi di laut Indonesia bisa lebih diketahui. Tentunya dengan penggunaan teknologi yang efisien.

"Laut dalam kita kan hampir sama sekali belum diolah. Kita lihat Masela, ternyata bisa lebih lebar lagi. Lalu, South East Natuna, ternyata empat kali lebih besar dari Masela," pungkasnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads