Follow detikFinance
Jumat 24 Feb 2017, 22:34 WIB

Ini Strategi Pemerintah Impor Daging Kerbau India Pasca Putusan MK

Yulida Medistiara - detikFinance
Ini Strategi Pemerintah Impor Daging Kerbau India Pasca Putusan MK Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Pemerintah menugaskan Perum Bulog mengimpor daging kerbau dari India untuk mengantisipasi lonjakan permintaan maupun harga. Menurut catatan Kementerian Perdagangan (Kemendag), tahun ini masih ada sisa 21.000 ton daging kerbau India yang diimpor sampai Maret, dan 30.000 ton yang akan diimpor sampai Juni.

Namun, khusus untuk kuota 30.000 ton, rencananya akan ada pertemuan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Rapat ini dilakukan karena ada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materiil Undang-Undang nomor 41 tahun 2014 Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Saya prinsipnya sampai Juni pun masih jalan karena saya khawatir kalau sisanya harus upayakan lagi ke Rakortas. Kalau sampai tidak jadi disetujui berarti saya harus cari lagi, masukin dari yang lain, karena Mei sudah merah (defisit)," ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Jumat (24/2/2017).

Namun, Oke belum bisa memastikan kapan pertemuan itu dilakukan. Meski begitu dia sudah punya rencana B jika 30.000 ton impor daging kerbau ditangguhkan

"Ya kalau keluar sekarang kan pas 4 bulan Februari-Mei, berarti komposisinya dengan daging, ada daging dan sapi. Mau daging sapi atau daging kerbau ajuin saja terserah," kata Oke.

Baca juga: Ini Syarat Impor Daging di Putusan yang Dibocorkan Patrialis Akbar

Oke menambahkan, nantinya penentuan negara asal impor daging maupun sapi hidup akan disesuaikan menurut Putusan MK. Selain itu, impor daging kerbau dari India sifatnya sementara hingga kebutuhan Puasa dan Lebaran terpenuhi.

"Kita sudah pikirkan sifatnya sementara, tidak harus karena waktu kuotanya cukup. Kalau 30.000 ton ini sampai 100.000 ton jadi sebatas itu saja. Soal nanti ditambah itu ada mekanisme, harus menunggu PP dan Permentan yang baru, belum lagi lihat zona base," imbuhnya. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed