Serapan Gabah Petani Ditargetkan 4 Juta Ton, Bisakah?

Serapan Gabah Petani Ditargetkan 4 Juta Ton, Bisakah?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 03 Mar 2017 14:55 WIB
Serapan Gabah Petani Ditargetkan 4 Juta Ton, Bisakah?
Foto: Eko Sudjarwo
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat kenaikan serapan gabah petani hingga 400%. Kondisi ini akan mendukung terwujudnya upaya menyerap gabah petani minimal 4 juta ton dalam waktu 6 bulan.

"Minggu lalu kita rakor (rapat koordinasi), serapannya minggu lalu itu 2 ribu ton per hari. Hari ini kurang lebih 9.500 ton. Artinya naik 400% serapannya. Target 4 juta ton harus optimistis dong, kita bisa," kata Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Amran mengatakan, serapan gabah selalu dievaluasi Tim Serap Gabah Petani (TIM SERGAB). Tim khusus ini ditugasi Amran untuk memantau penyerapan gabah sekaligus mengevaluasi setiap hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Target Mentan: Serap Gabah Petani Minimal 4 Juta Ton dalam 6 Bulan

"Ini artinya organize yang baik Insya Allah pasti jalan. Jadi dalam 1 minggu naik 400% serapan, karena dievaluasi harian, bukan mingguan, jadi berapa target hari ini kami terima laporan," kata Amran.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menggelar rapat koordinasi membahas Percepatan Serap Gabah dan Pengamanan Harga 2017. Amran menargetkan setidaknya minimal 4 juta ton gabah petani setara beras terserap selama 6 bulan.

Harga gabah turun karena produksinya melimpah dan anjlok akibat banyaknya kandungan air di gabah. Untuk itu, Amran meminta Bulog untuk menyerap gabah ditingkat petani dengan harga sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah) Rp 3.700/kg.

Amran menuturkan untuk mencapai target tersebut, Kementan menargetkan serap gabah petani pada periode Maret hingga Agustus 2017 sebanyak 8,6 juta ton atau 5,46 juta ton setara beras.

Ia menargetkan serapan gabah 4 juta ton setara beras, dapat diserap 70% hingga 3 bulan ke depan. Nantinya penyerapan gabah ini akan dilaporkan setiap hari oleh kepala divisi regional (divre) dan subdivre Bulog disusun dan dievaluasi capaiannya setiap hari. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads