Follow detikFinance
Selasa 07 Mar 2017, 20:33 WIB

Bertemu Menteri Jepang, Luhut Minta Investasi Tak Hanya Sebatas MOU

Yulida Medistiara - detikFinance
Bertemu Menteri Jepang, Luhut Minta Investasi Tak Hanya Sebatas MOU Foto: Hendra Kusuma-detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan, bertemu Menteri Muda Jepang urusan Luar Negeri, Nabuo Kishi. Dalam pertemuan dibahas rencana investasi Jepang di Indonesia, seperti proyek Kereta Kencang Jakarta-Surabaya dan Pelabuhan Patimbang di Subang, Jawa Barat.

Luhut meminta supaya Jepang mempercepat kelanjutan proyek-proyek tersebut.

"Mengenai kereta api cepat Jakarta-Surabaya, kemudian ada Patimban juga. (Bicara) semua percepatan, percepatan. Dari kita apa, dari mereka apa. Jadi semua yang sudah di agenda Prime Minister Jepang Shinzo Abe itu, itu yang kita review," kata Luhut di Kantornya, Selasa (7/3/2017).

Baca juga: Menlu Jepang ke Kantor Luhut, Bahas Kereta Kencang JKT-SBY dan Patimban

Selain itu, Jepang berencana mengajukan operator proyek Pelabuhan Patimban dan kereta kencang Jakarta-Surabaya.

"Indonesia (operator Pelabuhan Patimban) siapa, terus dari dia Jepang siapa. Ya masing-masing lagi seleksi. Ada Mitsubishi calonnya (dari Jepang), macam-macam. (Kereta kencang Jakarta-Surabaya) Sekarang FS (Feasibility Study)-nya lagi kita mainkan. Studinya masih sama-sama dilakukan, dengan BPPT," ujar Luhut.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Atmadji Sumarkidjo, mengatakan pembahasan bersama Jepang masih dalam tataran umum, yakni sekadar mengingatkan pihak Jepang terkait proyek yang telah disepakati oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di Istana Bogor beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kereta Kencang Jakarta-Surabaya Masuk Proyek Strategis Nasional

"Agar prosesnya dipercepat. Karena kita tidak hanya ingin berhenti pada tanda tangan MoU saja. Seperti Patimban, nanti dari pihak Jepang siapa saja. Ini kita dorong menteri-menteri itu. Nanti kementerian yang berhubungan dengan itu yang akan didorong, dari Tokyo," ungkap Atmadji.

"Kereta cepat, BPPT sekarang sedang melakukan prestudy-nya, nanti kita lihat dulu BPPT hasilnya. Nanti kita rundingkan bersama, dari sana (Jepang) juga kita tunggu proposalnya. Proposal itu kan masih sangat kasar, belum tentu sesuai dengan keinginan kita. Ini belum sampai pada tender. Kebijakan kita adalah kita telah membuka pintu buat Jepang. Jadi belum ada tender," sambungnya.

Baca juga: RI Bentuk Tim Khusus Tangani Persiapan Proyek Pelabuhan Patimban

Selain dua proyek tadi, Atmadji mengatakan, pemerintah juga mengingatkan Jepang untuk mempercepat proyek-proyek lainnya yang pernah disepakati.

"Kita ingatkan juga, Jepang ada minat untuk mengembangkan pelabuhan bebas sabang. Terus pelabuhan di Natuna, yang mirip Tsukiji itu, terus wisata orang tua di Morotai. Itu semua pernah ada di agenda-agenda, itu kita ingatkan. Pak menteri tolong dong, itu dikejar lagi," tutupnya. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed