Pertama, ruas Medan-Binjai seksi II (Helvetia-Semayang) sepanjang 6,18 km, Medan Binjai seksi III (Semayang-Binjai) 4,28 km. Kedua, Palembang-Indralaya seksi I (Palembang-Pamulutan) 7,75 km, Palembang-Indralaya seksi III (KTM-Simpang) 9,28 km.
Ketiga, Bakauheni-Terbanggi Besar paket I (Pelabuhan Bakauheni-Bakauheni) 8,9 km, dan Bakauheni-Terbanggi Besar paket II (Sidomulyo-Kotabaru) 5,02 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang fungsional dan operasi. Kalau Bakauheni-Terbanggi besar, itu fungsional di paket II. Kalau Palembang-Indralaya itu paket I. Bisa dipakailah, tapi antara operasi atau fungsional. Sama Medan Binjai seksi II dan III," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Kamis (9/3/2017).
Herry mengatakan, ketiga ruas tol tersebut sejatinya akan dioperasionalkan secara penuh. Namun adanya kendala cuaca yang cukup ekstrim belakangan membuat pekerjaan terhambat.
"Tantangannya ini lebih di pekerjaan saja. Di alam, karena kayak seksi I tanahnya sudah selesai, bahkan sebagian sudah diaspal. Kayak Palembang-Indralaya. Kemudian pula yang Medan-Binjai,"
Untuk pengadaan lahan, menurut Herry terus berjalan lancar. Berdasarkan data BPJT, secara keseluruhan pengadaan lahan untuk keempat ruas ini telah lebih dari 70%.
Baca juga: Ada Jalan Tol, Bakauheni-Terbanggi Besar Bisa Ditempuh Dua Jam
Misalnya untuk ruas Bakauheni-Terbanggi Besar progres tanah dari total panjang 155 km saat ini telah mencapai 72,49%. Sementara untuk ruas Palembang-Indralaya sepanjang 24,5 km, progres tanahnya sudah mencapai 94,14%.
Sedangkan ruas Medan-Binjai sepanjang 17 km, saat ini progres tanahnya sudah mencapai 87,9%.
"Lahan memang belum selesai semua, masih ada yang proses. Tapi enggak mengganggu mereka (BUJT) bekerja. Kendalanya cuma tadi, seperti hujan yang mengganggu mereka bekerja. Karena galiannya ada segitu banyak. Tapi kita harapkan mundurnya enggak mundur-mundur amat," pungkasnya. (hns/hns)










































