Ini Kata Polisi Soal Kartel yang Bikin Cabai Rawit Merah Mahal

Ini Kata Polisi Soal Kartel yang Bikin Cabai Rawit Merah Mahal

Cici Marlina Rahayu - detikFinance
Kamis, 09 Mar 2017 17:53 WIB
Ini Kata Polisi Soal Kartel yang Bikin Cabai Rawit Merah Mahal
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menduga ada praktik kartel sebagai pemicu melonjaknya harga cabai rawit merah. Namun, polisi mengaku belum menemukan indikasi tersebut.

"Belum ditemukan adanya praktik kartel, di mana praktik kartel itu dikenal dengan penimbunan salah satu contohnya," kata Martinus Sitompul, Kabag Penum Divisi Humas Polri, ketika ditemui di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Nomor 3, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/3/2017).

Martinus mengatakan indikasi distributor yang tepat dan sesuai harga salah satunya adalah pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Tersangka Kasus Permainan Harga Cabai Rawit Merah Jadi 3 Orang

"Kalau di situ 40.000 ton per hari biasanya, tapi hanya 20.000 ton atau 10.000 ton, berarti itu ada pasokan yang tidak sampai, ternyata ini tidak," ujarnya.

"Kalau praktik kartel pasti akan ditimbun, walau itu sifatnya bisa cepat busuk, tapi ini tetap didistribusikan," sambungnya.

Dalam hal ini penyidik melihat pasokan cabai di pasar induk penuh, ada 40.000 ton. Martinus berharap adanya penjelasan secara utuh dalam penetapan harga sebagaimana yang ada di Undang-undang nomor 5 tahun 2009.

"Tentu penyidik akan mendalami setiap informasi yang akan diterima dari masing-masing wilayah secara utuh akan didapatkan suatu gambaran dari praktek-praktek menetapkan harga tersebut," ujarnya.

Baca juga: Ungkap Permainan Harga, Bareskrim Periksa 7 Pengepul Cabai se-Jawa

Ia menegaskan akan terus mendalami jalur distribusi dari petani hingga sampai kepada pihak pembeli. Namun saat ini harga cabai diperkirakan sudah mulai menurun.

"Kita lihat grafiknya dari tanggal 3 sampai tanggal 8 kita lihat terus menurun, kemarin ada di harga Rp 110.000- Rp 112.000, tentu kita berharap terus harga ini semakin stabil, tidak adalagi praktek curang," tuturnya. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads