Selain daftar ruas di atas, akan ada tambahan ruas jalan tol yang bakal rampung, yakni ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 62 kilometer (km), yang dikerjakan oleh PT Jasamarga Kualanamu Toll.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, mengatakan salah satu ruas tol prioritas Trans Sumatera ini akan rampung secara bertahap hingga akhir tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data monitoring BPJT per tanggal 3 Maret 2017, jalan tol yang telah PPJT sejak 5 Januari 2016 ini secara progres konstruksi telah mencapai 53,47% atau meningkat sekitar 8% dibanding progres pada awal tahun ini. Sementara untuk pengadaan tanah, mengalami progres yang cukup lambat, yakni 88,83% atau naik 3% dari progres akhir tahun lalu.
Berdasarkan data BPJT, seksi pertama dari Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang paling awal beroperasi adalah seksi II (IC Parbarakan-KNO) 7,05 km pada September nanti. Bersamaan dengan seksi lainnya, yakni seksi III (Parbarakan-IC Lubuk Pakam) 4,4 km, seksi IV (IC Lubuk Pakam-IC Perbaungan) 12,8 km, seksi V (IC Perbaungan-IC Teluk Mengkudu) 9,6 km, seksi VI (IC Teluk Mengkudu-IC Tebing Tinggi) 7,8 km, dan seksi VII (IC Sei Rampah-IC Tebing Tinggi) 9,3 km yang juga ditarget rampung pada bulan yang sama.
Sedangkan seksi I yang menghubungkan Tanjung Morawa hingga IC Parbarakan sepanjang 10,75 km diproyeksi baru bisa rampung pada akhir tahun.
Sebagai informasi, ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dimiliki oleh PT Jasamarga Kualanamu Tol. Pemegang sahamnya terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (55%), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (15%), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (15%), dan PT Hutama Karya (Persero) (15%).
Masa konsensi untuk pengoperasian tol ini adalah selama 40 tahun, sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dikeluarkan pada tanggal 19 Mei 2016. (wdl/wdl)











































