Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Mar 2017 18:44 WIB

17 Pulau Buatan di Tanggul Raksasa, Akankah Dilanjutkan Jokowi?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban
Jakarta - Tanggul raksasa atau giant sea wall yang akan dibangun di laut utara Jakarta oleh pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum terinci jelas. Targetnya proyek tersebut secara utuh akan dimulai pada tahun ini.

Proyek ini sudah direncanakan cukup matang oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan dalam tanggul tersebut akan diciptakan 17 pulau buatan dengan cara reklamasi

Sehingga dari yang tadinya hanya tanggul, berkembang menjadi proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN). Namun apakah itu akan dilanjutkan Jokowi?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab studi kelayakan atau feasibility study (FS) tengah dilakukan.

"Itu nanti FS-nya akan bandingkan integrasikan 17 pulau, atau pulau yang sudah ada sekarang. Itu lagi dipelajari semuanya. Nanti diperbandingkan, itu yang namanya FS," ungkap Basuki di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Dalam rencana sebelumnya, di atas 17 pulau buatan tersebut akan dibangun hunian vertikal baru yang bisa menampung 650.000 orang. Selain itu akan dibangun gedung-gedung pencakar langit untuk perkantoran baru di beberapa pulau buatan yang bisa menampung 350.000 orang untuk bekerja di perkantoran.

Dari ribuan hektar akan digunakan 61% untuk perumahan, 35% untuk pertokoan dan perkantoran, dan 4% untuk industri. Kawasan ini juga akan dilengkapi dengan Central Business District (CBD) baru di utara Jakarta.

Kawasan CBD baru ini akan dilengkapi dengan transportasi massal MRT sepanjang 11,2 Km. Selain itu akan dilengkapi infrastuktur tol dari Tangerang-Bekasi sepanjang 43 Km. Jalan-jalan penghubung antar pulau buatan akan dilengkapi dengan jembatan-jembatan.

Nantinya juga akan dilengkapi jalan bawah tanah (terowongan) dengan panjang 2 km. Jalan bawah tanah ini sebagai jalan bebas hambatan yang menghubungkan CBD dengan kawasan Tanjung Priok. Selain itu ada wilayah hijau seperti taman kota, hutan bakau dan rawa, cagar alam.

Proyek tersebut mencakup tanggul laut luar dan reklamasi lahan seluas 1.250 hektar yang bisa dikembangkan hingga 4.000 hektar lahan reklamasi. (mkj/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com