RI Punya Lahan Sawit Luas, Tapi Minyak Goreng Masih Impor

RI Punya Lahan Sawit Luas, Tapi Minyak Goreng Masih Impor

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 16 Mar 2017 07:36 WIB
RI Punya Lahan Sawit Luas, Tapi Minyak Goreng Masih Impor
Foto: Istimewa
Jakarta - Menyandang status sebagai salah satu produsen minyak sawit atau CPO terbesar dunia, bukan jaminan Indonesia tak sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri. Produksi CPO Indonesia sendiri tahun lalu tercatat sebesar 34,5 juta ton.

Menilik data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kamis (16/3/2017), impor minyak goreng yang masuk di sepanjang Januari-Februari tercatat sebesar 4.728 ton dengan nilai US$ 5,7 juta.

Volume impor ini naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 di mana impornya sebesar 2.748 ton dengan nilai US$ 3,29 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Impor minyak goreng paling besar didatangkan dari Negeri Jiran, Malaysia, sebanyak 2.052 ton (US$ 2,3 juta), kemudian dari Papua Nugini sebesar 1.009 ton (US$ 1,54 juta), Australia sebesar 523 ton (US$ 622 ribu), dan Thailand sebesar 473 ton (US$ 489 ribu).

Sementara jika dirinci dari pintu masuknya, impor minyak goreng ini paling banyak masuk lewat Pelabuhan Tanjung Priok 2.008 ton, Tanjung Perak 1.057 ton, Belawan 1.027 ton, Tanjung Emas 160 ton, Sungai Guntung 5 ton, dan pelabuhan lainnya 19 ton. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads