Pemerintah-Exxon Buka Lagi Negosiasi Pengelolaan Blok Cepu

Pemerintah-Exxon Buka Lagi Negosiasi Pengelolaan Blok Cepu

- detikFinance
Rabu, 20 Apr 2005 14:06 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan ExxonMobil Indonesia (Exxon) pada hari ini membuka kembali negosiasi mengenai eksplorasi di Blok Cepu. Bila negosiasi berjalan lancar, nilai investasi yang masuk diperkirakan mencapai US$ 2-2,6 miliar. "Tadi pagi pemerintah dan tim dari Exxon mulai bertemu. Besok akan dilakukan technical discussion. Oleh Menko Perekonomian diberi target 20 Mei dilakukan penandatanganan kesepakatan," kata Rizal Malarangeng, juru bicara tim negosiasi Pertamina usai rapat di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (20/4/2005).Rizal menjelaskan, setidaknya ada 4 alasan kenapa negosiasi dengan Exxon dibuka kembali. Pertama, Presiden SBY sudah memerintahkan untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin demi kepentingan nasional. "Jadi ini bukan hanya sektoral saja. Sebagaimana kita tahu, harga minyak terus meningkat, sementara produksi terus merosot. Kita bahkan hampir menjadi negara importir minyak," kata Rizal.Alasan kedua, untuk meningkatkan investasi di Indonesia dalam rangka menggairahkan pembiayaan infrastruktur. "Kita yakinkan pada dunia luar, bahwa Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk berusaha sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.Ketiga, untuk memperbaiki kondisi fiskal negara. "Pendapatan negara berasal dari sektor migas. Pada tahun 1970-an, setiap ada kenaikan harga minyak, kita selalu mendapat windfall atau bonanza minyak. Sekarang harga minyak naik kita kok repot, jadi tidak dapat untung lagi," tukar Rizal Malarangeng.Keempat, untuk membesarkan Pertamina. Rizal mencontohkan Malaysia yang memiliki perusahaan minyak yang dikelola secara profesional dan tertata baik. "Oleh karena itu, kita harus membuka potensi sehingga peluangnya menjadi lebih besar," tegasnya.Saat ditanya wartawan apakah Pertamina akan mengelola Blok Cepu sendiri, Rizal belum bisa memberi kepastian. "Itu kan hasil akhirnya. Nanti tergantung dari hasil proses negosiasi," tukasnya. Rencananya, dari pihak pemeritnah Indonesia dalam bernegosiasi ini akan diwakili oleh sebuah tim yang terdiri dari perwakilan dari kantor Menko Perekonomian, Menteri ESDM dan Meneg BUMN. Sementara dari Exxon, menurut Deva Rachman, juru bicara ExxonMobil, akan dipimpin Ron Wilson, presiden GM ExxonMobil Indonesia dan Budiono, vice president exploration ExxonMobil Indonesia. Rizal menambahkan, dalam negosiasi tersebut diantaranya akan dibahas mengenai prinsip-prinsip dasar, misalnya soal pembagian hasil produksi, pembagian komposisi atau equity dan bonus untuk Pertamina. Direncanakan, mulai besok, akan dilakukan rapat diantara tim negosiasi. Seperti diketahui, Pertamina berencana tidak memperpanjang kontrak ExxonMobil di Blok Cepu yang akan berakhir pada tahun 2010. Pertamina berniat akan mengelola sendiri Blok Cepu tersebut karena jika dikelola sendiri akan memberikan keuntungan signifikan bagi badan usaha milik negara tersebut.Dirut Pertamina Widya Purnama bahkan sudah membatalkan perjanjian induk (head of agreement) yang telah dibuat direksi lama karena meminta pihak ExxonMobil membuat proposal baru untuk mendapatkan perpanjangan kontrak yang akan berakhir pada tahun 2010. Alasan Widya, proposal yang lama mengacu pada perhitungan minyak mentah dengan harga US$ 20 per barrel, sementara saat ini harga minyak akan bergerak di atas US$ 40 per barrel.ExxonMobil memastikan pengembangan Blok Cepu, Jawa Tengah akan meningkatkan produksi minyak Indonesia sekitar 20 persen dengan produksi minyak 170.000 barrel per hari pada tahun 2008. Blok Cepu juga diharapkan memberikan penghasilan US$ 4 juta per hari kepada pemerintah, atau US$ 1,5 miliar per tahun, dengan asumsi harga minyak US$ 35 per barrel. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads