Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya mengatakan, bahwa kolaborasi dan inovasi dengan teknologi merupakan hal yang mutlak harus dilakukan ke depan, namun tentu harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance |
Menurutnya, aturan ditetapkan sebagai realisasi dari perwujudan keadilan bagi kedua belah pihak sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
"Teknologi cepat membuat perubahan dalam hidup kita. Kita harus lihat, ke depan teknologi ini bisa mempengaruhi hidup kita. Ini tantangan buat bangsa ini. Presiden mengedepankan keadilan, dan itu tidak mudah. Jadi kita cari equilibrium yang pas," kata Luhut di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (30/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kehadiran Go-Jek ini bagus. Silakan saja. Tapi pemerintah ada regulasi, jadi persyaratan harus dituruti. Ada aturan yang harus kita sepakati. Semoga kedepan bisa saling support. Tugas kami supaya ini semua bisa seimbang. Spirit pemerintah memutuskan kebijakan biar adil semua. Ini maksimum yang kita buat sekarang," tambahnya.
Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance |
Usai memberikan pidato, Luhut dan Budi Karya kemudian mencoba langsung pemesanan taksi Blue Bird melalui layanan Go-Blue Bird di aplikasi Go-Jek.
"Oh jadi dia yang datang langsung yang terdekat ya. Cepat juga," kata Luhut sembari menuju ke pintu keluar menuju lokasi penjemputan yang telah ditetapkannya.
Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance |
Luhut kemudian menjajal taksi ini dengan langsung menuju Kantor Menko Kemaritiman di Thamrin, Jakarta Pusat, sambil diiringi mobil voorrijder di belakangnya. (dna/dna)












































Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance