Adapun ruas yang akan dibuka adalah seksi I dan II. Konstruksi ruas ini mulai dikerjakan pada 17 Juni 2016 lalu. Seksi I Tol Batang-Semarang memiliki panjang 3,2 km dari Batang sampai Batang Timur, sementara seksi II memiliki panjang 36,35 km menghubungkan Batang Timur sampai Weleri.
"Dua seksi itu, lebaran bisa dimanfaatkan. Ini akan jadi jalur alternatif Alas Roban. Makanya jalan tol ini jadi salah satu yang diprioritaskan," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna saat dihubungi detikFinance, Selasa (4/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alas Roban merupakan salah satu titik rawan macet di Jalur Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura). Bentuk jalan yang menikung dan menanjak membuat kendaraan besar seperti truk pengangkut barang harus ekstra hati-hati saat melintasinya.
Kondisi seperti itu rawan menimbulkan kemacetan panjang saat arus lalu lintas sedang padat seperti saat musim mudik Lebaran. Tak jarang, kecelakaan kendaraan dijumpai di titik ini juga karena ada lingkungan sekitar Alas Roban masih berbentuk hutan dan minim penerangan.
Keberadaan Jalan tol ini pun kata Herry sangat ditunggu warga Semarang karena bila telah tersambung dengan jaringan jalan tol lainnya dapat mempersingkat waktu tempuh ke sisi Barat Pulau Jawa.
Ia membandingkan, tanpa Jalan tol, perjalanan dari Jakarta hingga Brebes Timur saja membutuhkan waktu kurang lebih 7 jam. Padahal, jarak dari Brebes Timur ke Semarang juga masih memakan waktu sedikitnya 3 jam lagi.
Jalan Tol Batang-Semarang sendiri secara total memiliki panjang 75 km yang terbagi dalam 5 seksi, yakni:
Seksi I Batang-Batang Timur sepanjang 3,5 km,
Seksi II Batang Timur-Weleri sepanjang 36,35 km,
Seksi III Weleri-Kendal sepanjang 11,05 km,
Seksi IV Kendal-Kaliwungu sepanjang 13,5 km,
Seksi V Kaliwungu-Krapyak sepanjang 10,9 km. (dna/mkj)











































