Agar Pinjaman Cair, Kontrak Kereta Cepat JKT-BDG Rp 62 T Diteken

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 04 Apr 2017 21:15 WIB
Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) hari ini menandatangani kerja sama dengan High Speed Railway Construction Consortium (HSRCC). Kerja sama tersebut dalam hal kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC) untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG).

Direktur Utama PT KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan, mengatakan kerja sama kontrak EPC yang ditandatangani hari ini merupakan tindak lanjut dari proyek prestisius tersebut. Nilai kontrak EPC yang ditandatangani mencapai US$ 4,7 miliar atau sekitar Rp 62,5 triliun (US$ 1= Rp 13.300).

"Ya ini kan dari hasil penyusunan detail desain yang lebih akurat, sehingga kita ketemu dengan angka yang disebutkan itu," tuturnya di Gedung Wijaya Karya, Jakarta, Senin (4/4/2017).

Hanggoro juga mengatakan, kontrak EPC tersebut merupakan salah satu persyaratan untuk mencairkan pinjaman dari China Development Bank (CDB). Sebab hingga kini pinjaman tersebut masih belum masuk tahap financial close.

"Itu salah satu persyaratan. Jadi kita harus segera menuntaskan dengan CDB supaya bisa clear. Kita akan selesaikan pembahasan dengan CDB mulai besok," kata Hanggoro

Sementara Staf Khusus Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol menambahkan, pemerintah sangat berharap pihak CDB bisa cepat melakukan financial close untuk pembiayaan proyek kereta cepat sepanjang 142 km itu.

"Kepada CDB masih ada hal-hal yang harsu dikerjakan oleh KCIC. Mohon dilakukan percepatan agar kita bisa mencapai financial agreement," tukasnya. (hns/hns)