Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Tutum Rahanta, mengatakan pemerintah perlu segera menyelesaikan masalah ini, karena Tanah Abang menjadi pusat perbelanjaan ritel di Indonesia.
"Semua orang di Indonesia belanja ke Tanah Abang, dan Tanah Abang menyuplai ke semua toko di Indonesia. Tanah Abang menjadi tolok ukur karena itu induknya. Dari Tanah Abang turun ke mana-mana," ujar Tutum Rahanta kepada detikFinance, Rabu (5/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tutum, pemicu masalah ini lantaran daya beli masyarakat menurun. Salah satu indikasinya, permintaan di Pasar Tanah Abang yang biasanya ramai 3 bulan sebelum Ramadan, kini justru sepi.
"Jadi daya beli menurun merata hampir di semua wilayah. Tanah Abang 2-3 tahun sebelumnya juga pernah seperti ini, tapi tahun ini lebih parah," kata Tutum.
Baca juga: Ini Penyebab Mulai Sepinya Pasar Tanah Abang
Oleh sebab itu, Tutum mengharapkan pemerintah segera menyelesaikan masalah ini sehingga tidak mengganggu jalannya roda perekonomian.
"Saya kira Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM, lewat Menko Perekonomian perlu segera menyelesaikan," kata Tutum. (hns/mkj)











































