Seperti diketahui, danau ini kini dipenuhi oleh tanaman eceng gondok yang mengancam penurunan kualitas dan fungsi danau. Rawa Pening selama ini digunakan untuk penyediaan air baku, budidaya ikan, irigasi hingga pariwisata. Tampak tanaman eceng gondok di sejumlah titik di danau seluas 2.670 hektare ini.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Rawa Pening Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance |
Dengan setelan kemeja putih dan celana hitam seperti biasa, Basuki meninjau proses dan progres penanganan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampak sejumlah alat ekskavator tengah beroperasi memindahkan eceng gondok sampai tumpukannya menggunung. Sebuah alat bernama aquatic weed harvester menarik eceng gondok ke pinggir danau. Selanjutnya, ekskavator mengangkat eceng gondok dan kemudian dibawa ke tempat penampungan.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Rawa Pening Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance |
Rawa pening bermanfaat bagi masyarakat, namun deretan eceng gondok yang tidak ditangani baik, membuat populasinya meningkat tidak karuan dan menyebabkan fungsi danau tidak lagi maksimal.
Setiap hari, total luasan eceng gondok yang dikeruk mencapai 1 hektare.
"Ke depan saya akan pelihara lebih serius. Ini hanya satu titik dengan 8 alat. Tiap hari ini khusus untuk tangani eceng gondok. Ini progresnya 1 hari 1 hektare. Padahal ini ada 800 ha. Butuh berapa tahun. Saya mau mempercepat, kita akan cari tempat-tempat mungkin 2-4 lokasi akan saya lengkapi dengan alat yang hampir sama dengan ini supaya lebih cepat," kata Basuki.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Rawa Pening Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance |











































Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Rawa Pening Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Rawa Pening Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Rawa Pening Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance