Cina Pinjamkan RI US$ 400 Juta

Cina Pinjamkan RI US$ 400 Juta

- detikFinance
Jumat, 22 Apr 2005 19:50 WIB
Jakarta - Indonesia akan menambah daftar utang luar negeri. Pemerintah Cina berjanji memberi pinjaman sebesar US$ 400 juta dan akan segera ditambah US$ 300 juta. Penandatanganan kesepakatan akan dilakukan Senin (25/4/2005).Hal ini ditegaskan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie di sela-sela Asian African Business Summit (AABS) 2005 di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (22/4/2005). Dia menambahkan, perusahaan Cina juga akan melakukan investasi besar dalam proyek infrastruktur dan agrikultur sebesar US$ 10 M.Jepang dan Cina menghendaki kerjasama lebih erat dengan adanya investasi ini, karena Jepang sudah lebih dulu berinvestasi. Sebelumnya, CGI memberi pinjaman sebesar US$ 3 miliar, yang berasal dari Jepang sebesar US$ 1,2 miliar per tahun.Sementara dari sektor swasta, perusahaan yang ada di Indonesia, seperti Exxon dan Toyota, juga akan menambah produksinya.Tutup AABS 2005Menko Perekonomian secara resmi menutup AABS 2005 yang berlangsung tanggal 21-22 April 2005 dan merupakan rangkaian KTT AA. "Atas nama pemerintah Indonesia, kami ucapkan terima kasih untuk kehadiran para kepala negara, kepala pemerintahan serta para pebisnis yang telah menyempatkan hadir," kata Ical dalam sambutannya.Penyelenggaraan AABS 2005 mempunyai arti penting bagi peningkatan kerjasama ekonomi dan bisnis antar sesama negara Asia-Afrika yang saat ini masih belum optimal pelaksanaannya. "Kita berharap negara Asia-Afrika mau membuka pintu dan jendela serta akses perdagangan sehingga bisa meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua benua," ujarnya. Para pembicara kunci telah menyampaikan pandangannya mengenai potensi yang dapat dimanfaatkan dalam hubungan ekonomi kedua benua. "Dengan adanya acara ini diharapkan pula terjadi pertukaran informasi antar sesama pebisnis yang hadir dalam kerangka kerja sama Asia-Afrika yang lebih erat lagi," demikian Menko Perekeonomian. (ast/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads