Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 13 Apr 2017 18:30 WIB

Cerita 2 Menteri Jokowi Blusukan Pasar Sejak Pagi

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman pagi ini melakukan sidak ke tiga pasar tradisional di Jakarta untuk mengecek stok dan harga bahan pokok saat ini.

Tak tanggung, keduanya meninjau tiga pasar tradisional sekaligus, dan dimulai sejak pagi. Lokasi yang dikunjungi pun termasuk strategis, mulai dari Pasar tertua di Jakarta, yakni Pasar Senen, kemudian lanjut ke Pasar Rawamangun di Jakarta Timur, dan berakhir di Pasar Induk Beras Cipinang.

Keduanya tiba pada jam 06.30 WIB dan menyelesaikan kunjungan sekitar jam 09.00 WIB. Waktunya pun dirasa tepat karena pemerintah ingin memastikan bahwa menjelang Ramadan dan Idul Fitri nanti, harga-harga tak bakal bergejolak, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Jadi kami melakukan kunjungan-kunjungan ini, atas perintah dari Bapak Presiden dan kami berdua nanti akan segera melaporkan posisinya. Karena beliau sangat memerintahkan kepada kami agar bulan Ramadan ini tidak terjadi gejolak-gejolak harga di Ramadan," kata Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita saat ditemui di Pasar Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Maklum saja, pemerintah saat ini sangat fokus untuk menjaga gejolak harga pangan dalam rangka menjaga inflasi agar daya beli masyarakat tetap tumbuh. Daya beli yang terjaga menjadi satu jaminan sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat bagi Indonesia.

Dalam kunjungannya, dua menteri beda profesi ini meminta kepada para pedagang agar tak lagi menaikkan harga dagangannya jelang Ramadan nanti.

Jika selama ini diketahui harga naik karena permintaan yang tinggi dan pasokan kurang, pemerintah memastikan bahwa stok yang ada cukup dengan upaya pemantauan jumlah persediaan di lapangan yang lebih mantap. Hal ini memberi jaminan kepada pedagang bisa tetap untung, dan konsumen tersenyum.

Beberapa bahan pokok yang sudah dipastikan ketersediaannya di antaranya beras, yang saat ini jumlah total stok nya di seluruh Indonesia mencapai 2,1 juta ton dan kemungkinan akan bertambah hingga menjadi 2,5 juta ton saat Ramadan nanti.

Dengan stok sebesar itu, pemerintah meyakini harga beras menjelang Lebaran tak bakal naik.

Begitu pula bawang merah, 2.000 ton disiapkan jelang Ramadan, dan bawang putih 1.000 ton. Serta daging kerbau beku yang masih ada 46 ribu ton lagi yang bakal diimpor, dan dijamin harganya Rp 80.000 per kg.

"Khusus untuk bawang merah, guna memastikan harga di petani nantinya tidak jatuh, Pemerintah memastikan Bulog siap menyerap hasil produksi petani dengan membelinya seharga Rp 15 ribu/kg. Kemarin kami minta Bulog langsung beli Rp 15 ribu supaya petani untung," ucap Amran.

Sementara untuk barang kebutuhan pokok hasil industri seperti gula, Menteri Perdagangan telah mengeluarkan aturan mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 12.500 per kg untuk seluruh lokasi, termasuk pasar ritel modern. Sedangkan untuk minyak goreng, harga ditetapkan Rp 11.000 untuk kemasan sederhana dan Rp 10.500 untuk curah.

"Dan harga ini tidak akan berlaku hanya sampai Ramadan. Harga ini berlaku terus, dan nanti bulan September kami akan evaluasi lagi, bisa enggak diturunkan lagi harganya. Karena kami tahu persis berapa harga pokoknya dan kita sudah bicara dengan distributor, pabrik, untungnya berapa. Jadi semua untung enggak boleh berlebih. Tidak ada mereka yang berkorban untuk mengurangi untung. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," tukas Mendag, Enggartiasto Lukita. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com