Menurut data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang dikutip detikFinance, Senin (17/4/2017), perkembangan jalan tol ini memang tergolong masih lambat.
Hingga 27 Maret 2017, total perkembangan jalan tol sepanjang 54 km ini baru mencapai 6,81%. Perkembangan paling mencolok terlihat pada seksi I yang menghubungkan Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 km yang pembebasan lahannya sudah 100%. Pekerjaan konstruksi untuk seksi I ini pun baru mencapai 40%
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sisa lainnya belum menunjukkan perkembangan berarti. Pada seksi II dari Cigombong-Cibadak sepanjang 12 km, pembebasan lahannya masih 0%.
Sedangkan seksi III Cibadak-Sukabumi Barat sepanjang 13,7 km dan Seksi IV Sukabumi Barat-Sukabumi Timur 13,05 km, proses pembebasan lahannya belum bisa dimulai karena masih tahap sosialisasi dan inventarisasi.
Total lahan yang diperlukan untuk membangun jalan tol ini diperkirakan mencapai 577,41 hektar (ha). Diharapkan proses pembebasan lahan bisa dipercepat agar target operasi seluruhnya di 2019 bisa tercapai.
Apa lagi, jalan tol ini akan ditambah panjang ruasnya hingga Ciranjang, Bandung sebanyak 6 km lagi. (dna/hns)
