Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan, bahwa sebelum pinjaman dicairkan, kontraktor bisa memulai pembangunan proyek.
"Sebetulnya target kita kan gini, engineering contractor procurement agreement-nya kan sudah selesai. Dari kontraktor China dan Wika sebetulnya sudah bisa memulai tanpa ada dana dari CDB. Tetapi kemungkinan pertama itu US$ 1 miliar atau Rp 17 triliun," jelas Rini di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencairan pinjaman dari CDB, lanjut Rini, akan dilakukan dalam tiga tahap. Hal ini sesuai dengan kesepakatan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Tapi karena kita setuju equity dalam tiga tahap, jadi mungkin sebagian memang advicement dari CDB," ujar Rini.
Mengenai Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk pun sudah ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly Setelah ditandatangani, selanjutnya PP tersebut menunggu pemberian nomor dan siap diundangkan.
"Tinggal diberi nomor dari Kemenkumham. Setahu saya sudah ditandatangani Oak Menkumham juga, tinggal diundangkan dengan nomor," tutur Rini. (dna/dna)











































