Follow detikFinance
Selasa 18 Apr 2017, 16:21 WIB

Priok Disandari Kapal Raksasa, Menhub: Harus Saingi Singapura

Michael Agustinus - detikFinance
Priok Disandari Kapal Raksasa, Menhub: Harus Saingi Singapura Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Dibangunnya pelabuhan-pelabuhan besar akan jadi salah satu magnet singgahnya kapal-kapal raksasa di Indonesia. Salah satunya pelabuhan Kalibaru atau yang lebih dikenal dengan New Priok.

Desain Pelabuhan New Priok sendiri diperuntukkan untuk kedalaman 20 meter, sehingga bisa menampung kapal bermuatan hingga 18.000 TEUs.

Selain New Priok, dermaga lain di Tanjung Priok juga ditingkatkan kedalamannya agar bisa menerima kapal-kapal yang lebih besar lagi. Seperti dermaga di Jakarta International Container Terminal (JICT) yang pekan lalu disandari kapal raksasa CMA-CGM.

Kapal raksasa yang sandar perdana di Indonesia yakni CMA-CGM yang bersandar di JICT, Tanjung Priok, memiliki kapasitas angkut kontainer sebesar 8.500 TEUs, sepekan kemudian kapal kedua yang sandar berkapasitas 8.700 TEUs, dan nanti pada pekan ketiga datang kapal dengan ukuran lebih jumbo 10.000 TEUs.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, berharap Pelabuhan Tanjung Priok bisa menyaingi Pelabuhan Singapura, dengan bersandarnya kapal-kapal berukuran raksasa itu.

"Harus bisa (saingi Singapura)," tegas Budi saat ditemui di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Saat ini rata-rata pelabuhan besar di Indonesia memiliki kedalaman 11 meter ke bawah, sehingga maksimum kapal kargo yang masuk maksimum bermuatan 2.600 TEUs. Bandingkan dengan Pelabuhan Singapura dengan kedalaman di atas 16 meter sehingga bisa menampung kapal bermuatan hingga 18.000 TEUs.

Dengan adanya kapal-kapal kargo berkapasitas jumbo di Tanjung Priok, maka pengiriman barang dari Indonesia tak perlu lagi melalui Singapura. Tarif distribusi barang dari dan ke luar negeri juga jadi lebih murah.

"Kalau dia langsung, transhipment itu berarti terjadinya di Indonesia. Jadi dua (keuntungan) yang akan kita dapatkan, yakni Pelabuhan Tanjung Priok jadi besar, dan tarif daripada barang-barang Indonesia jadi lebih murah," tutup Budi. (mca/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed