Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro mengungkapkan jumlah BUMN yang sakit mengalami penurunan. Meski enggan merinci dengan jelas, Imam mengaku ada penurunan dari segi kerugian.
"Saya enggak hafal persis, tapi memang di 2016 itu masih ada, tapi menurun. Secara nilai kerugian menurun," tutur Imam di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau kumpulin BUMN rugi sama BUMN gede, apa yang mungkin bisa mendorong si BUMN ini. Ini semangat sinergi kalau (secara) Islam kan bantu yang paling deket dulu keluarga dulu saudara dulu," tutur Imam.
Imam mengaku sejumlah BUMN sakit bergerak di sektor pangan, antara lain PT Pertani (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero) (SHS), juga PT Berdikari (Persero).
"BUMN kebanyakan pangan kan apalagi Pertani, SHS, Berdikari yang justru Presiden ingin benar-benar pangan murah," tutur Imam.
Selain itu, beberapa BUMN sektor perkebunan dan galangan kapal juga tercatat ada yang menjadi BUMN sakit. "Kalau kebun memang satu komoditas satu impairment yang dilakukan, banyak di galangan juga ada yang rugi," tutup Imam. yang dilakukan, banyak di galangan juga ada yang rugi," tutup Imam. (mkj/mkj)











































