Direktur Utama PT Asabri (Persero), Sonny Widjaja, mengungkapkan ada lebih dari 50% pensiunan di lingkungan TNI dan Polri yang memiliki utang di perbankan.
"Peserta Asabri lebih dari 50% pensiunan TNI dan Polri ini memiliki pinjaman di bank. Jadi setelah pensiun dia masih ada tanggungan utang di bank. Sementara gajinya itu cuma seberapa (untuk pensiun). Kondisi ini memperihatinkan," kata Sonny di acara Pension Day di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (20/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memperihantinkan, karena TNI dan Polri ini sudah lama terbiasa hidup di asrama, dimana rumah dinas tidak bayar. Kemudian listrik dan air juga tidak bayar, dan lain sebagainya. Faktor-faktor ini yang membuat mereka terlena dan tidak siap menghadapi pensiun, jadinya gelagapan," ungkap Sonny.
Purnawirawan perwira tinggi TNI AD ini berujar, Asabri sendiri memiliki program untuk mempersiapkan masa pensiunan bagi pesertanya. Salah satunya lewat berbagai pelatihan kerja dan keterampilan.
"Kami lakukan pelatihan untuk persiapan pensiun secara lebih masif. Harapannya setelah pensiun ya enggak lagi numpang dengan anaknya, jangan lagi ada pinjaman ke bank. Saya minta seluruh peserta Asabri menyiapkan pensiun, salah satunya dengan menabung," tukas Sonny.
Saat ini, kepesertaan dari Asabri ini berjumlah sebanyak 936.000 orang yang berasal dari unsur TNI dan Polri, sebagian lagi dari PNS di lingkungan Kementerian Pertahanan. Sementara jumlah pensiun yang ditangani Asabri tercatat sebanyak 360.000 orang. (idr/dna)











































