Salah satu sentra jagung yang keberatan atas kebijakan tersebut adalah Gorontalo. Amran menceritakan keputusan itu dia ambil lantaran diminta oleh Gubernur hingga Bupati di Gorontalo.
Bahkan dia menyamakan aksi kompak dari tokoh-tokoh Gorontalo itu seperti perebutan bola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pasokan Jagung Gorontalo 10 Ribu Ton/Hari, RI Tak Perlu Impor.
Bukan hanya itu, ternyata Mantan Menteri Perdagangan yang juga tokoh masyarakat Gorontalo Rachmat Gobel juga terlibat untuk memediasi pertemuan di Jakarta.
"Pak Rachmat ajak ketemu, aku pikir mau makan malam bersama ternyata datang bersama rombongan," imbuhnya.
Baca juga: Mentan Lepas Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung dari Gorontalo ke Jawa.
Niat baik itu direspon oleh Amran, dua hari setelahnya Amran merubah kebijakan tersebut. Sebanyak 140 ribu ton benih jagung dikirim ke Gorontalo.
"2 minggu yang lalu datang ke Jakarta, kemudian benih datang 7 hari sudah datang. Dulu itu tender 3 bulan. Ini tercepat pengadaannya selama Indonesia merdeka," tukasnya. (hns/hns)











































